Tedros Adhanom Ghebreyesus Bukti sebuah Kejahatan

Tedros Adhanom Ghebreyesus

Tedros Adhanom Ghebreyesus – Sebenarnya aku pernah menulis artikel ini di kompasiana, tapi entah mengapa artikel tersebut hilang dan d hapus oleh pihak Kompas. Padahal apa yang kutulis ketika itu berdasarkan fakta dari beberapa sumber.

Kali ini aku akan menulis artikel tersebut lewat blog pribadiku, Tedros Adhanom Ghebreyesus adalah Direktur utama WHO yang tidak memiliki gelar Dokter, yup dia dahulunya merupakan seorang menteri kesehatan Ethiopia.

Namun bagi bangsa Ethiopia dia adalah sosok yang seharusnya tidak patut untuk menjabat sebagai Direktur WHO, mengapa demikian ?

Tedros dahulunya adalah executive member dari TPLF, sebuah partai kontitusi dengan koalisi, EPRDF dimana mereka memimpin Ethiopia selama seperempat abad dengan tangan besi. Elit TPLF  berasal dari etnis minoritas Tigrean di utara yang memainkan peran penting dalam mengusir kediktatoran komunis Ethiopia Derg pada tahun 1991 di beberapa versi menyebutkan bahwa mereka berhasil mendudukinya dibawah Meles Zenawi.

Dengan menggunakan penggulingan musuh-musuh elit politik mereka secara efektif. Meles menciptakan suasana pertarungan politiknya dengan menggunakan cara yang licik. Dimana Tedros mulai di pekerjakan.

Tedros sendiri lalu dipromosikan karena berhasil menanggulangi Malaria secara regional di Tigray lalu diangkat menjadi Menteri. Memang, Malaria adalah salah astu keberhasilan Tedros namun sebelum itu dia terlibat kejahatan lain. Apalagi itu sebenarnya merupakan propaganda media barat, sebab. Sektor kesehatan Ethiopia saat itu masih dikategorikan oleh WHO sebagai situasi yang kritis

Meskipun demikian, rezim politik pada saat itu tidak menindak apa yang telah dilakukan oleh Tedros melainkan mereka menindak sebuah LSM hak asasi manusia (terutama setelah Pemilu 2005) yang telah melaporkan kejahatannya.

Kejahatan apa yang dimaksud ? berdasarkan New York Times. A leading candidate to head the World Health Organization was accused this week of covering up three cholera epidemics in his home country, Ethiopia, when he was health minister — a charge that could seriously undermine his campaign to run the agency. – New York Times 2017

A leading candidate to head the World Health Organization was accused this week of covering up three cholera epidemics in his home country, Ethiopia, when he was health minister — a charge that could seriously undermine his campaign to run the agency. – New York Times 2017

“Kandidat Direktur WHO yaitu Tedros Adhanom Ghebreyesus telah tertuduh melindungi wabah Kolera di negaranya, Ethiopia, saat ia menjabat sebagai Menteri”

Hal ini diungkapkan oleh David Navarro salah seorang rival berat Tedros saat kampanye waktu itu. Tedros sendiri tidak terkejut meskipun sedikit kecewa. Well, sampai sini kita masih belum menemukan apa kejahatan yang telah dilakukannya ? ok mari kita perhatikan artikel berikutnya

Siapa Tedros Adhanom Ghebreyesus

Tedros Adhanom Ghebreyesus lahir pada tahun 1965 di Asmara, yang kemudian menjadi Eritrea setelah kemerdekaan Ethipoia pada tahun 1991. Dan ia tumbuh sebagai suku Tigray.  

Sebagai etnis Tigray, ia menjadi anggota Tigray People Liberation Front atau TPLF sebuah organisasi  politk yang menggerakan hak-hak suku Tigray, TPLF sendiri kemudian berada di kursi kekuasaan di Ethiopia sejak menggulingkan rezim yang dianggap simpatik terhadap etnis Amhara pada tahun 1991.

Hal menarik lainnya Tedros memulai karir politiknya bersama TPLF, yang lalu menjadi bagiuan dari Revolusi rakyat Ethiopia. TPLF sendiri merupakan salh satu organisasi Teroris berdasarkan Global Terror database

Dimasa rezim TPLF, Ethiopia ternyata terdapat system diskriminasi terhadap suku Amhara, sebab suku itu merupakan lawan dari politik TPLF. Pada tahun 2010, Human Rights Watch salah satu LSM yang bergerak di bidang kemanusiaan membuat sebuah laporan bagaimana cara memberikan makanan serta pupuk untuk tanaman kepada penduduk Amhara

Hal ini tercantum pada hasil observasi LSM tersebut di tahun 2009 dimana sejumlah masyarakat di tiga wilayah regional Ethiopia telah tertindas dengan cara pembatasan akses pangan dan kesehatan yang dilakukan rezim TPLF. LSM tersebut menilai bagaimana cara pemerintahan Tedros menggunakan sumber kekayaan alam hanya untuk kekuasaan mereka.

Selain itu angka kelahiran suku Amhara lebih rendah daripada Tigray dua juta suku Amhara menghilang dari populasi pada saat sensus penduduk. Selain itu, seiring berjalannya waktu, tingkat kematian suku Amhara lebih tinggi daripada Tigray. Saat Tedros masih menjabat.

Tedros juga patut disalahkan atas kasus Kolera di negaranya. Tiga tahun wabah Kolera dianggap sebagai Diare biasa oleh kementrian kesehatan Ethiopia ketika itu. Ia menamakan Acute Watery Diarrhoea (AWD) di Ethiopia.

Penyakit ini kemudian menyebabkan kondisi fatal karena AWD ternyata merupakan polusi air yang telah terinfeksi oleh bakteri kolera, Bukan hanya di Ethiopia tapi di Afrika barat di mana organisasi kemanusiaan mengakui bahwa kasus tersebut dilarang di sebarkan secara luas oleh Pemerintahan setempat.

Tedros mengatakan bahwa tidak ada kasus apapun yang telah terjadi di Afrika Barat. Padahal penyakit tersebut adalah penyakit yang tidak biasanya.

Di Somalia yang merupakan perbatasan dengan Ethiopia, wabah dan vaksin untuk AWD ditemukan namun tidak di rilis untuk Ethiopia yang sebenarnya vaksin itu adalah vaksin Kolera. Apakah pembaca merasa ada hubungan dengan pandemic palsu Covid19 ini ? yup, Tedros yang kini menjabat sebagai Direktur WHO telah berencana melakukan ini bersama tukang tagihan alias Bill Gates. Dia telah merencakan Pandemik ini sejak lama.

 

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *