Si Number One Telah Menghilangkan Hak Asasi Manusia

Si Number One Telah Menghilangkan Hak Asasi Manusia –  Setiap manusia yang lahir di dunia ini memiliki hak yang melekat pada diri mereka. Tidak peduli suku, ras, atau agamanya, semua orang akan memiliki hak di dalam dirinya. Hak manusia ini akan berlaku selama mereka hidup, dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun.

Seiring berkembangnya zaman, muncullah istilah Hak Asasi Manusia, atau biasa disingkat menjadi HAM. Tanggal 10 November dipilih sebagai hari untuk memperingati Hak Asasi Manusia.

Si Number One Telah Menghilangkan Hak Asasi Manusia
Si Number One Telah Menghilangkan Hak Asasi Manusia

Dilansir dari situs resmi United Nations, Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada semua manusia, tanpa memandang ras, jenis kelamin, kebangsaan, suku, bahasa, agama, atau status lainnya.

Hak asasi manusia adalah hak yang telah diberikan oleh Tuhan sejak lahir di dunia, dan hal ini termaktub didalam agama apapun Jauh sebelum Barat memperkenalkan konsep Humans Right atau Hak Asasi Manusia.

Dalam catatan sejarah, Islam juga sudah mengenal apa yang disebut dengan HAM. Salah satunya dibuktikan dengan adanya bentuk perjanjian konkrit yang disebut sebagai Piagam Madinah pada tahun 622 Masehi.

Dalam perkembangannya, HAM (Human Rights, bahasa Inggris) diartikan sebagai sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. HAM berlaku kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun, sehingga sifatnya universal.

Dalam terminologi modern, HAM dapat digolongkan menjadi hak sipil dan politik yang berkenaan dengan kebebasan sipil. Seperti gak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa dan kebebasan berpendapat. Termasuk juga hak ekonomi, sosial dan budaya yang berkaitan dengan akses ke barang publik. Seperti hak untuk memperoleh pendidikan yang layak, hak atas kesehatan, dan lainnya.

Begitu juga didalam terminologi agama Kristen Alkitab mengajar bahwa Allah tidak membeda-bedakan atau pilih-kasih (Kisah 10:34). Setiap orang adalah ciptaan-Nya yang unik, dan Ia mengasihi setiap orang (Yohanes 3:16; 2 Petrus 3:9). “Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN” (Amsal 22:2). Oleh karena itu, Alkitab juga mengajar supaya orang Kristen tidak membeda-bedakan menurut ras, jenis kelamin, latar belakang kebudayaan, atau kedudukannya dalam masyarakat (Galatia 3:28; Kolose 3:11; Yakobus 2:1-4). Kita harus baik kepada semua orang (Lukas 6:35-36). Alkitab memberi himbauan keras terhadap mereka yang memanfaatkan orang yang miskin dan yang tertindas. “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia” (Amsal 14:31).

Si Number One Telah Menghilangkan Hak Asasi Manusia

Plandemi ini membuat rasa kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia semakin terkikis, Hak untuk tersenyum, hak untuk bernafas, hak untuk bersilaturahmi dan menurut Komisaris Jenderal Dharma Pongrekeun, saat ini dunia tengah diciptakan dalam satu sistem.

One world system, dunia akan di kendalikan oleh chips dengan skenario Non State Actor, marilah kita berfikir sejenak apakah itu benar ?

 One World System hanya menghasilkan manusia yang memiliki jiwa individualis, manusia yang tidak bersahabat dengan lainnya dan terkesan eksklusif. Inilah yang kumaksud dengan kalimat Si Number One Telah Menghilangkan Hak Asasi Manusia

Number One pada artikel kali ini bukanlah mengacu kepada Tuhan melainkan Number One Percents atau Globalis Cabal.

Hak untuk bersilaturahmi antara orang tua dan anak sudah dihilangkan dan diganti dengan hubungan secara virtual padahal tidak semua bisa dilakukan secara online.

Tidak semua kehidupan kita dapat diatur dengan online, kita bernafas, kita makan, kita tersenyum adalah sisi kehidupan manusia yang tidak dapat diatur dengan online

Bahkan di negeri ini pernah terdapat brosur dan promosi shalat Jumat secara virtual, dan menurutku ini sangat aneh sebab di zaman Rasulullah shalat jumat dilakukan secara offline dan bukan virtual. Hak untuk tersenyum sudah terselubungi dengan penutup wajah hanya dengan mengernyitkan mata apakah kita tahu bahwa orang itu tersenyum ?

Mungkin suatu saat hak antara suami dan istri seperti memproduksi anak maupun ciuman akan terkikis semuanya diganti secara virtual dengan alasan penyakit. Bisa jadi suatu saat mereka mewajibkan manusia menikah dengan robot atau cyborg.

Mereka si Number One ini telah menghapuskan hak asasi manusia yang telah terbentuk sejak lahir, Bangkitlah kembalikan jiwa Bung Karno, kembalikan jiwa Bung Tomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *