Pontianak Festival Pasar Rakyat 2019 Lebih Meriah dan Lebih Heboh

Setioko Pontianak Festival Pasar Rakyat 2019 merupakan salah satu rangkaian agenda dalam rangka memeriahkan Hut Kota Pontianak yang ke 248 dimana festival ini adalah Festival yang kedua kalinya setelah di selenggarakan pertama kali pada tahun 2017.

Pontianak Festival Pasar Rakyat 2019 kali ini di selenggarakan di Pasar Dahlia pada tanggal 2 dan 3 November 2019 dimana seni pertunjukkan seperti Film, Fotografi serta Seni merupakan target dari Festival kali ini.

Salah satu sumber memberikan alasan mengapa Pasar Tradisional harus di lestarikan diantaranya adalah Semakin hari, pasar tradisional kian ditinggalkan pembelinya. Tanpa pembeli, para penjual di pasar tradisional satu persatu meninggalkan lapak mereka. Ketika saat itu tiba, tinggal menunggu waktu sampai pasar tradisional itu benar-benar ditutup.

Pasar tradisional memang belum bisa memberikan kenyamanan setara dengan pasar modern. Tetapi, pasar tradisional memiliki keunggulan yang tak dimiliki oleh pasar modern: interaksi sosial yang kuat dan selalu memanusiakan manusia. Hanya di pasar rakyat, kita bisa unjuk kelihaian dalam seni tawar menawar.

Exif_JPEG_420

Pontianak Festival Pasar Rakyat 2019

Seharusnya Tumbuhnya pasar modern seperti super market itu bukan menjadi pesaing bagi pasar tradisional karena pangsa pasarnya juga bebeda. Hal ini pernah diutarakan oleh Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada tahun 2014.

Sebuah pasar juga memiliki potensi untuk menjadi pusat kreativitas seperti halnya pasar Dahlia Pontianak, yang sempat berkembang menjadi pusat kreativitas. tempat berkumpulnya masyarakat untuk berkreasi dan berpendapat. Pasar merupakan ruang public.

Dalam buku Menguak Pasar Tradisional  yang mengupas 10 pasar tradisional di Indonesia, yang dikeluarkan oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013, disebutkan sebuah pasar tradisional adalah potret realitas suatu bangsa. Dari segi budaya bangsa, merupakan hasil budaya manusia secara individu ataupun komunal di suatu wilayah. Pasar merupakan realitas sosial yang mengambarkan identitas suku bangsa.

Sejarah Pasar Dahlia

Pasar Dahlia Pontianak merupakan salah satu pasar tertua di kota Pontianak Kalimantan Barat, Aku sendiri kurang begitu faham kapan Pasar ini didirikan.

Pasar ini memiliki terminal angkutan umum atau yang lebih dikenal dengan nama Oplet. Dahulu sebelum perkembangan kota pesat seperti sekarang, Oplet merupakan kendaraan favorit warga.

Tak jauh dari Pasar Dahlia terdapat supermarket yang masih bertahan hingga saat ini meskipun di gempur dengan Supermarket modern dan juga Mall. Supermarket ini bernama Garuda Mitra.  Dahulu Supermarket ini adalah gedung bioskop yang bernama Garuda Theater.

Aku dulu sempat menyaksikan film barat “aku lupa judulnya” di bioskop ini. Sayangnya di pertengahan tahun 1990-an bioskop tersebut tutup. 

Di belakang Supermarket Garuda Mitra terdapat rumah makan nasi goreng yang kemudian menjadi rumah makan nasi goreng legendaris di kota Pontianak. Siti Fatimah namanya.  Jika kalian bertanya darimana nasi goreng Madura yang konon katanya tidak terdapat di pulau Madura namun menjamur di Pontianak ini berasal ? Jawabannya adalah Rumah Makan Siti Fatimah.

Kenapa aku yakin bahwa orang Madura sulit menemukan nasi goreng selezat Siti Fatimah ? sebab aku pernah bertemu dengan tamu dari Madura asli di Pontianak Convention Centre pada saat Pameran nusantara. Ia lalu mengatakan “apakah disini terdapat nasi goreng Madura yang paling enak dan tidak pernah saya temukan”

Aku bingung lalu aku jawab saja “Siti Fatimah mas. Disini banyak, mas bisa coba di Warung Makan Iin, Abu rasanya juga sama, masa di Pulau mas tidak ada”

Ia balas menjawab “tidak ada, Dek” dengan logat Maduranya yang kental.

Bahkan tamu dari Malaysia juga sering mencicipi nasi goreng Siti Fatimah, aku tidak tahu harus mengatakan nasi goreng itu nasi goreng apa  ? dibilang nasi goreng Pontianak atau melayu tapi yang jual orang Madura Pendatang pada awalnya.

Di Pasar Dahlia juga terdapat sate khas Pontianak, sate yang terkenal dengan kuah sopnya ini, memang berasal dari Sungai Jawi.

Ketika aku masih kecil, ibuku sering berbelanja di pasar ini.  Terutama ketika keluarga kami hendak memasak ayam. Pontianak Festival Pasar Rakyat 2019

7 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *