Paylater, Credit Card, Pinjol ? Riba Modern yang terselubung

Paylater Credit Card Pinjol – Kali ini aku akan membagi pengalaman kepada para pembaca sekalian mengapa aku menutup seluruh Kredit yang kumiliki, namun sebelumnya aku akan menjelaskan kepada kalian apa itu Paylater, Credit Card serta Pinjaman Online.

Bagiku Paylater Credit Card Pinjol adalah dua bentuk sistem pembayaran dengan menggunakan kredit atau limit yang tersedia, perbedaannya mungkin yang satu berbentuk Fisik yang satu lagi berbentuk Digital.

Berdasarkan sumber yang kubaca menyebutkan bahwa penggunaan paylater sendiri menjadi marak digunakan karena masyarakat bisa membeli barang yang mereka inginkan saat itu juga namun dapat membayar pada hari lainnya. Hal itu serupa dengan metode pembayaran dengan menggunakan metode kartu kredit.

Selain itu terdapat perbedaan yang sangat signifikan diantara keduanya yaitu Kartu kredit dan paylater disediakan oleh penyedia yang berbeda. Kartu kredit sudah jelas dikelola atau disediakan oleh bank, sedangkan paylater merupakan layanan yang hasil kerja sama antara sebuah platform e-commerce dengan sebuah perusahaan.

Persamaannya adalah kedua sistem tersebut selain menggunakan limit yang telah ditentukan juga bisa menjadi Pinjaman, ya. Kita bisa meminjam uang di platform kartu kredit dan Paylater.

Untuk kartu kredit cara meminjamnya adalah seperti menggunakan kartu Debit di mesin ATM perbedaannya adalah ketika kita mengambil uang dengan menggunakan kartu Debit maka limit saldo yang kita miliki akan berkurang dan kita tidak memiliki hutang dengan bank, sedangkan mengambil uang dengan kartu kredit atau Credit Card selain limit kita berkurang maka kita juga akan menambah hutang dan bunga kepada Bank.

Untuk Paylater sendiri kita bisa menentukan berapa jumlah pinjaman yang akan kita pinjam kepada platform dan nantinya uang tersebut akan masuk ke rekening kita.

Sebenarnya kartu kredit dan paylater sendiri merupakan sistem yang hanya diperuntukkan sebagai alat pembayaran saja dan nantinya ketika kita memiliki uang maka kita harus membayar kepada penyedia Credit Card maupun paylater tersebut.

Memang, kelihatannya hal ini sangat membantu bagi kita yang kesulitan keuangan namun ingat ini bisa jadi merupakan jebakan setan dan nafsu bagi manusia karena sesungguhnya nafsu manusia itu tidak akan pernah puas.

Jika kita memiliki gaji pas-pasan maka berhentilah menggunakan kedua sistem pembayaran tersebut diatas, selain itu kita juga memiliki dosa lain yaitu Riba.

Riba merupakan perkara yang diharamkan dalam ajaran Islam. Islam memasukkan riba kedalam kategori dosa besar, dan para pelaku riba terancam dengan hukuman yang sangat berat sebagai indikasi tegasnya larangan Islam terhadap riba.

Dalam surat Al-Baqarah ayat  279 ditegaskan bahwa Allah akan memerangi orang-orang yang membangkan yang tidak mau meninggalkan riba. Allah berfirman,

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu”. (Al-Baqarah: 279).

Lalu bagaimana dengan Pinjol atau pinjaman online ? Pinjol bagiku mirip dengan Peminjaman KTA yang disediakan oleh bank, Perbedaanya sekali lagi terletak dari penyedia jika KTA berasal dari bank maka Pinjol berasal dari Swasta atau E-Commerce mirip seperti Paylater, celakanya Pinjaman Online ini ada yang ilegal dan ada juga yang legal.

Aku akan menceritakan pengalamanku menggunakan Kartu kredit, ceritanya diawali pada akhir tahun 2019 dimana ketika itu kami suatu komunitas di kota pontianak mendapatkan kesempatan kupon gratis untuk makan di salah satu fast food di Mall kota Pontianak.

Nah ketika itu salah seorang temanku yang bekerja di Bank menawarkan kepadaku tentang Kartu Kredit, aku yang saat itu masih penasaran dengan namanya kartu kredit mencoba untuk mendaftar dan mendapatakan kartu tersebut.

Alhamdulilah saat itu permohonanku di terima, celakanya saat itu pula aku tak mampu mengontrol diriku menggunakan kartu tersebut, diantaranya adalah menggunakan kartu tersebut sebagai kartu debit sehingga aku bisa mengambil limit di mesin ATM. Selain itu aku juga menggunakan kartu tersebut sebagai Google Ads untuk channel youtubeku dan itulah yang membuat biaya semakin naik.

Padahal aku sudah diperingatkan oleh temanku dimana dia mengatakan pergunakan kartu tersebut hanya untuk belanja. Aku khilaf sehingga tak sadar tiba-tiba saja aku mengalami overlimit.

Aku bingung bagaimana cara membayarnya, sehingga aku pergunakan pembayaran secara minimum tiap bulan. Dan itu kulakukan selama dua tahun mulai 2020 hingga 2021. Sampai akhirnya aku harus membayar 300 ribu sebagai minimal payment setiap bulan.

Selama itu pula aku sering minjam uang secara pinjol di salah satu Platform untuk menutup minimal paymentku. Istilahnya gali lubang tutup lubang.

Aku lalu berfikir jika begini uangku dan gajiku tidak akan pernah berkah. Aku bingung menghadapinya hingga aku sengaja meminjam uang di Bank dengan jaminan SK CPNS, SK PNS asliku dimana tujuannya adalah untuk menutup kartu Jahanam tersebut.

Alhamdulilah, di bulan Ramadhan tahun 2022 aku berhasil menutup kartu tersebut dan aku juga telah menutup akun paylater serta akun pinjolku yang lain, Demi Allah aku ngeri membayangkannya. Selain itu aku juga sudah bersumpah diatas makam ayahku untuk berhenti menggunakan jasa tersebut.

Biarlah tidak memiliki uang yang penting barokah. Daripada memiliki uang, hidup kaya tapi tidak barokah. Aku sudah menemukan cara menambah kepuasan yaitu dengan cara sedekah.

Aku ingin rezekiku menjadi barokah, no more usury for me. Saranku untuk teman yang membaca curhatanku ini, berhentilah menggunakan jenis-jenis riba modern tersebut diatas. Aku tahu pinjam uang di Bank juga riba, tapi aku tak tahu dengan cara apa untuk menutupnya.