Kota Pontianak Kota Bersinar

 Mendengar kata pontianak, mungkin sekilas kita akan teringat
dengan makna dari Pontianak yang berarti Kuntilanak atau sejenis hantu asal daerah-daerah
Melayu, seperti Malaysia atau Indonesia, bahkan mungkin dunia.

Sebab di negara Paman Sam Kuntilanak lebih sering
dikategorikan sebagai Bloody Mary. Dan well, berdasarkan sejarah Pontianak
dahulunya merupakan hutan yang sangat lebat sebelum akhirnya di huni manusia
dan menjadi kota yang indah sampai sekarang.

Ada sebuah analogi yang mengatakan bahwa jika kita minum air
kapuas maka selamanya kita akan kembali kesini, memang sebuah analogi yang
memilki makna bahwa kota ini tidak mudah dilupakan, hal ini juga sering kualami
saat aku kuliah di Jogja  selama empat
tahun, aku selalu terngiang ngiang dengan kota kelahiranku, homesick.

Ada satu hal yang bisa digambarkan dengan kota ini, pertama
Pontianak adalah kota bersinar yang berarti Bersih, Indah Aman dan Ramah meski
kenyataan kota ini tidak sejernih sebelumnya, Perkembangan zaman membuat kota
ini terkontaminasi aneka polusi seperti polusi udara. Aman mungkin bisa
kukatakan aman, apa sebab ?

Pertama adalah Gubernur kalimantan barat adalah warga suku
Dayak, sedangkan wakinya keturunan Tionghoa, mereka tinggal di kota Pontianak
sebagai Ibukota Kalimantan Barat. 
Sedangkan walikota Pontianak merupakan warga keturunan Melayu yang
mayoritas berdiam di kota ini, dan Wakil Walikotanya adalah warga Jawa.  Sehingga kerukunan terjaga di kota ini.

Jarang atau bahkan tidak pernah kudengar Kasus Begal di kota
ini, hanya kasus penyalahan Narkoba, serta Pelecehan seksual yang merajalela,
untuk kasus Begal bisa kukatakan nihil. Ini membuktikan bahwa pontianak adalah
kota merupakan kota yang aman.

Ramah, mungkin bisa dikatakan ya, sayangnya penggunaan
bahasa Indonesia amat jarang dikuasai oleh mayoritas masyarakat disini, mereka
bangga menggunakan bahasa Melayu, aku sering melakukan test, meskipun aku
sendiri warga Melayu, hal ini sangat berbeda dengan keadaan sewaktu aku kuliah
di Jogja, masyarakat disana bangga menggunakan bahasa indonesia bahkan
Inggris.  Dan murah senyum. Mungkin ini
merupakan PR bagi warga Pontianak pada khususnya. 

Penggunaan Bahasa Inggris hanya diberlakukan pada keadaan
pendidikan atau pelajaran hal ini dimaksudkan agar seseorang tidak menjadi  Baper atau bahan perhatian saat berada di
pasar. Well, menurutku ini salah besar. Bagaimana Pariwisata akan menjadi Proyek
utama kedepan jika masyarakat disini masih malu menggunakan Bahasa Inggris.

Berbicara kasar dan kotor sering kudengar dimana-mana bahkan
sering kumelihat kasir bermuka masam dibeberapa toko di sini, sehingga masih
bisa dikatakan Ramah belum tentu menjadi seratus persen ramah untuk saat ini,
semoga dikemudian hari  keadaan bisa
berubah, tentunya ini adalah tugas kita bersama.  

Bagiku banyaknya kegiatan komunitas yang positif seperti
Kebersihan, seni dan lainnya akan mengubah keadaan kota Pontianak,  Komunitas Apa yang dimaksud disini ?

Sebagai
contoh komunitas Gerakan senyum kapuas yang bergerak membersihkan sungai kapuas
sehingga menjadi bersih, komunitas  Seni
seperti sulap dan sebagainya, IT seperti Pontianak Digital Stream.  Mungkin dengan jiwa dan semangat pemuda, kota
ini akan menjadi kota yang Kembali BERSINAR

Sponsored by
Bloggerborneo

Marici

Makanan Ringan Cianjur

085793343845

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − 1 =