Ilmu Leak apa hukumnya Dalam Islam

Ilmu Leak Dalam Islam

Postingan ini kubuat setelah aku melihat ada sebuah foto di
facebookku dimana foto ini menggambarkan sosok wanita dengan usus yang keluar, Silahkan
lihat gambar di samping. Dia bukanlah Hantu tapi sosok orang yang menguasai
Ilmu Leak. Di Malaysia, Di Thailand benda seperti ini memang ada.

Ilmu kesaktian di Bali “Bagi masyarakat Hindu” pada dasarnya
ada yang putih dan yang hitam. Ilmu yang putih dikenal dengan Rua Bineda
sedangkan yang hitam dikenal dengan nama Leak / Pengleakan.  Leak berasal dari kata Le dan Ak yang
bermakna Penyihir yang jahat. 

Selain di Bali makhluk ini juga terkenal di Kalimantan yang
dikenal dengan nama Kuyang, di Sumatra yang dikenal dengan nama Palasik, di Thailand terkenal dengan nama Kukumodong,. Apapun nama dari makhluk ini mereka memiliki kesamaan yaitu mengambil Janin yang masih didalam Rahim.

Ada beberapa motif orang mempelajari Ilmu seperti ini,
mungkin bisa saja orang ini ingin menjadi kaya dengan cara pintas atau kebal.
Memang sebagian dari mereka ada yang baik, Meskipun demikian Hukum dalam Islam
mempelajari Ilmu seperti ini adalah, Haram ?

Mengapa demikian ? Karena untuk menguasai ilmu seperti ini
berarti dia sudah meminta bantuan kepada Jin dan Setan. Ingat sebaik-baiknya
Jin adalah seburuk-buruknya Manusia. 
Orang yang ingin mempelajari ilmu seperti ini sering melakukan ritual
yang seolah-olah mereka diperalat oleh Jin. Bahkan ilmu hitam seperti ini sudah
ada di zaman Rasulullah Muhammad SAW , beliau Bersabda

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي
فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا
يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk
(rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi
kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari
penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ
اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي
رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ
عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى
أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً
تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ
الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

Dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu
alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai
bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa
aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?”
Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau
begitu bacakan ruqyah bagi mereka! (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

Kebutuhan manusia kepuasan manusia akan Ekonomi memang tidak
pernah usai, Namun alat untuk mencapai kepuasan sangat terbatas. Oleh sebab
itulah orang sering melakukan jalan pintas. Perbanyak berdzikir adalah kunci
dari kepuasan.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − thirteen =