Nasi goreng Siti Fatimah Khas Pontianak

Setioko – Nasi goreng Siti Fatimah Khas Pontianak Sebelumnya aku pernah membahas sedikit mengenai nasi goreng Madura yang konon katanya sulit didapatkan di Pulau Madura “Walaupun ada namun mungkin tidak banyak.”  Hal ini sempat diakui sendiri oleh warga asli Madura yang berkunjung ke Pontianak, selengkapnya bisa dilihat disini.

Bahkan aku sendiri sulit mencari literatur nasi goreng Madura di Google Image. Ada namun tidak sesuai dengan gambar nasi goreng  yang ku konsumsi di Siti Fatimah, Iin dan sebagainya. Sehingga aku bingung mengenai ciri khas daerah asal nasi goreng ini.

Berdasarkan sejarah yang berhasil kudapatkan nasi goreng Madura dengan citra rasa seperti ini pertama kali adalah nasi goreng Siti Fatimah yang beralamat di belakang Garuda Mitra atau Garuda Theater. Kemudian berkembang pesat disebabkan kekeluargaan Suku Madura yang begitu kental.

Nasi Goreng Siti Fatimah Khas Pontianak

Bagi masyarakat Kota Pontianak rumah makan Siti Fatimah sudah melegenda. Rumah makan ini terkenal karena menu spesialnya, nasi goreng. Ya, rumah makan Siti Fatimah sudah menjadi citra tersendiri, bagi penikmat nasi goreng. Dari sanalah, cita rasa itu dibentuk dan dipertahankan.

Yang istimewa dari nasi goreng Fatimah adalah rasanya. Dari lauk maupun bumbunya, semuanya khas. Bahkan, ayam untuk lauknya pun dipakai ayam petelur. Yang rasanya mirip dengan ayam kampung.

Nasi Goreng Siti Fatimah sendiri telah berdiri sejak tahun 1980-an. Dan telah memiliki banyak karyawan, beberapa diantaranya telah membuka rumah makan nasi goreng sejenis dengan cita rasa khas Nasi goreng Siti Fatimah Khas Pontianak ini.

Sebut saja Nasi goreng Abu, nasi goreng Iin dan sebagainya, hal ini belum lagi ditambah dengan nasi goreng Iqbal yang beralamat di Jalan Tabrani Ahmad.

Berdasarkan sumber yang berhasil ku himpun menyebutkan bahwasanya Owner dari Nasi goreng Iin adalah adik kandung dari owner nasi goreng Siti Fatimah.  Begitu juga dengan nasi goreng Abu yang ternyata memiliki kerabat dengan owner dari nasi goreng Siti Fatimah.

Harga nasi goreng siti Fatimah sendiri tidak jauh berbeda, yaitu Rp. 15.000 untuk versi Jumbo, Rp. 12.000 untuk versi biasa dan Rp. 10.000 untuk setengah piring.

Sejarah Nasi goreng Siti Fatimah Khas Pontianak

Awal tahun 1980-an, Mustofa dan Surya membuka warung nasi goreng di Gertak 2, Gang Kenari. Mereka masih menggunakan gerobak dorong. Banyak pelanggan mendatangi warung itu. Harganya tergolong murah. Satu porsi nasi goreng Rp 1.500. Melihat warung tenda itu terlihat sempit, sementara pelanggan semakin banyak, ada salah satu pelanggan nasi goreng menawarkan rukonya untuk disewa. Pasangan itu pun sepakat dan menerima tawaran.

Akhirnya, usaha nasi goreng pindah ke ruko di jalan H. Rais Abdurrahman, Sungai Jawi. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1982. Nah, dari sinilah restoran terus berkembang. Pasangan itu memberi nama rumah makan tersebut, Siti Fatimah, sesuai dengan nama anak bungsu mereka.



Kini, tiga deretan ruko dua tingkat, telah ditempati rumah makan ini. Dua untuk usaha, satu ruko khusus untuk rumah tinggal. Yang mengelola rumah makan ini, Hj. Siti Fatimah bersama suaminya, H. Muniri. Pasangan ini mempunyai anak 3 orang anak. Dua lelaki, satu perempuan.

Mengelola rumah makan tentu saja ada pasang surutnya. Pertama kali jualan, satu piring nasi goreng seharga Rp 1.500. Seiring berjalannya waktu, harga nasi goreng naik menjadi Rp 2 ribu, Rp 3 ribu dan terakhir Rp 7 ribu. Saat perporsi masih Rp 2 ribu, jualan nasi goreng lumayan mendatangkan hasil, karena harga ayam masih Rp 1.500 perkilo. Sekarang ini, meski harga satu piring Rp 7 ribu, tapi harga ayam sudah mencapai Rp 15 ribu perkilo. Satu ayam petelur besar, beratnya bisa mencapai 4-5 kilo perekor. Dalam satu hari, dapat menghabiskan 10 ekor ayam.

Mengelola bisnis rumah makan lumayan berat kerjanya. Apalagi mengelola ayam. Untuk menangani ayam saja, butuh waktu hingga setengah hari. Penanganan ayam melalui beberapa tahapan, antara lain; dipotong, direbus, diiris kecil-kecil, dirempah dengan kecap, dan digoreng lagi. Pada tahap ini, ayam diberi rempah, bumbu, kecap dan segala macam bumbu lainnya.

Demikianlah sejarah singkat nasi goreng Siti Fatimah Pontianak, Bulan depan kita membahas Sejarah Sate Kuah Sop Khas Pontianak

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *