Ketika Bulan berjuang di balik Awan

Bulan di balik Awan – April 9 Tahun 2020 dimana saat ini merupakan musim pademik yang diakibatkan virus Zombie bernama Covid 19. Begitu menakutkannya, virus ini sampai membuat orang menjadi panic dan hamper gila. Tak salah jika virus ini kunamakan sebagai virus zombie.

Masyarakat dunia baik dari Negara maju maupun Negara berkembang berpacu melawan virus yang kuyakini sebagai ulah dari Konspirasi Jahat freemason, Illuminati, New World Order atau entah apalah sebutannya.

Masyarakat perkotaan saling membenci satu sama lain, bukan membenci tapi saling mencurigai seolah-olah mereka bertemu dengan sesosok orang tak waras. Mereka berusaha menghindar, sementara di Negeri pizza maupun Roti Cane kerusuhan kerap terjadi.

Bagaimana tidak, masyarakat disana dilarang keras untuk keluar rumah sementara itu persediaan makanan disana semakin menipis. Obat-obatan lebih berharga daripada handphone maupun I-phone. Handsanitizier lebih berharga daripada harga sebuah tiket bioskop.

Disisi lain, Pemutusan Hubungan Kerja atau yang lebih dikenal dengan nama PHK kerap terjadi. Pengusaha banyak yang gulung tikar.

Kurasa sebuah orde baru akan segera terwujud, orde kebersihan dimana manusia harus bisa bersahabat dengan alam. Aku selalu berfikir bagaimana jika virus zombie ini musnah dan dibantai oleh sesosok wanita bernama Jill Valentine ? Ya, itulah ibarat kata.

Jika virus ini musnah, Apakah akan ada sebuah peraturan baru ketika orang hendak menonton bioskop ? misalkan cuci tangan dulu sebelum masuk gedung pertunjukkan, atau dalam sebuah seminar yang diadakan di hotel apakah warga dunia harus menggunakan masker dan tidak bersalaman satu sama lain.

Memang, Ciuman maupun Kissing cupang atau apalah namanya bukanlah ajaran Islam kuakui itu., Namun bagaimana dengan salaman kawan ?

Apakah setelah virus ini musnah, Bioskop menjadi hal yang tabu ? Restoran, Warung kopi menjadi hal yang tabu ? Lalu dimana letak hiburan ? Apakah mereka para elite global ingin menciptakan manusia yang super cuek atau tidak saling mengenal satu sama lain ? Manusia yang jijik satu sama lain ? Sungguh kejam mereka

Itulah pemikiranku, namun kemarin malam aku bermimpi tentang sesuatu keajaiban, Ya Virus ini akan segera hilang,

Kawan. Mulai detik ini bisakah kau menghindari berita kematian ? berita negative bahkan jauhi televisi ? Bisakah setiap hari kau menshare berita baik tentang perkembangan virus ini berapa orang yang sembuh di google ? Bisakah ?

Kawan, tahukah kau pada tanggal 09 April 2020, ketika aku pergi ke Indomaret, aku melihat bulan yang terhalang oleh awan. Bulan itu sedih di tutupi awan, Ya Awan bukan awan yang besar tapi bulan itu seolah-olah ingin menunjukkan eksistensinya. Itulah bumi Sedangkan awan itulah virus zombie.

Lalu perlahan-lahan Bulan itu mulai melawan awan, bulan itu berusaha menjauhi awan itu. Hingga ia berhasil menunjukkan eksistensinya, dan bersinar dengan terang.

Tahukah kau apa makna Bulan di balik Awan itu ?

Itulah kenyataan yang dihadapi sekarang. Mungkin Dzat Pencipta Bumi, Allah SWT menunjukkan sebuah film lewat bulan tersebut.

“Kita akan menang kawan, berjuanglah” Mungkin itulah perkataan yang hendak diucapkan sang Bulan di balik Awan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *