Jangan lupa melakukan Jabat Tangan

Jangan lupa melakukan Jabat Tangan – Jabat tangan merupakan kebiasaan yang berlaku universal. Gerakan yang sederhana ini bisa memberikan informasi kuat kepada seseorang melebihi kata-kata. Banyak fungsi dari jabat tangan, mulai dari membuka komunikasi secara formal, rekonsiliasi, mengucapkan selamat, hingga menyampaikan rasa empati.

Didalam Agama apapun salaman ala handshake dalam bahasa Inggris merupakan suatu bagian fitrah dalam hidup manusia Didalam Islam Salam merupakan suatu doa agar orang dijumpainya tersebut bahagia dalam hidupnya dengan keselamatan dan kesejahteraan. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidak ada (balasan) bagi dua orang muslim yang bertemu lalu saling berjabat tangan, kecuali diampuni dosanya sebelum mereka berpisah (HR. Abu Dawud no. 5212).

Jangan lupa melakukan Jabat Tangan – Bahkan Islam sendiri menganjurkan seseorang untuk mencium tangan hal ini  sesuai dengan Dalil sebagai berikut

Secara umum, para ulama sepakat tentang kebolehan mencium tangan saat bersalaman. Meskipun pada awalnya Imam Malik menolak terhadap kebolehan tersebut.

Terkait pandangan Imam Malik, salah seorang ulama fikih Imam Al-Abhari berpendapat bahwa ketidakbolehan (makruh) mencium tangan tersebut jatuh ketika dilakukan terhadap orang yang sombong dan diagungkan karena kekayaan dunia, jabatan, dan pangkatnya. 

Namun, jika hal itu dilakukan atas dasar mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah), misalnya, karena kealiman sang tokoh, karena agamanya, karena kemuliaannya di sisi Allah, maka hal tersebut diperbolehkan. 

Salah satu sahabat Rasulullah ﷺ, Abu Juhaifah, pernah melaporkan bahwa para sahabat menyalami dan mencium tangan Rasulullah ﷺ setelah shalat.

قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْهَاجِرَةِ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ، وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ، وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ‏.‏ ‏{‏قَالَ شُعْبَةُ‏}‏ وَزَادَ فِيهِ عَوْنٌ عَنْ أَبِيهِ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ كَانَ يَمُرُّ مِنْ وَرَائِهَا الْمَرْأَةُ، وَقَامَ النَّاسُ فَجَعَلُوا يَأْخُذُونَ يَدَيْهِ، فَيَمْسَحُونَ بِهَا وُجُوهَهُمْ، قَالَ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ، فَوَضَعْتُهَا عَلَى وَجْهِي، فَإِذَا هِيَ أَبْرَدُ مِنَ الثَّلْجِ، وَأَطْيَبُ رَائِحَةً مِنَ الْمِسْكِ‏

Pernah Rasulullah  pergi ke Al-Batha’ pada siang hari, kemudian berwudhu dan mendirikan dua rakaat shalat Zuhur dan dua rakaat shalat Ashar. Ada tongkat yang ditancapkan di hadapan beliau  dan orang lalu-lalang di depannya. (Usai shalat), orang-orang bangkit untuk bersalaman dengan Nabi dan mencium tangannya. Aku pun menyalami dan mencium tangannya. Aku perhatikan bahwa tangan beliau  lebih dingin dari es dan lebih harum dari minyak kesturi (HR. Bukhari no. 3553).  

Pertanyaan selanjutnya apakah Jabat Tangan hanya ada didalam Islam ? Jawabannya tentu saja tidak

Asia, Myanmar, Mandalay, monk and man shaking hands.

Kemungkinan besar Salaman atau Bersalaman berakar dari Bahasa Yunani yang artinya damai atau yang serupa dengan kata Shalom (Ibrani) yang berarti sejahtera. Orang Indonesia mungkin menyerap kata dasar Salam dari Bahasa Arab, dengan menambah akhiran an menjadi Salaman yaitu kegiatan saling salam.


Berjabat tangan merupakan bentuk salam dalam gerakan. Sama dengan mengangguk atau melambai. Kalau secara verbal, mungkin seperti berkata Hai, Hallo, Apa Kabar?. Selain itu ada banyak makna bersalaman, seperti mempererat hubungan persaudaraan, meminta maaf, perkenalan, berterimakasih, kesepakatan bisnis, ucapan kebahagiaan, penghormatan kepada yang lebih tua, saling mendoakan dll.


Bersalaman adalah aktivitas bersentuhan yang sehat dan menenangkan. Bersalaman dapat merangsang perasaan untuk menanggapinya melalui pengaruh positif yang ditimbulkan melalui sentuhan terhadap sistem syaraf oleh kualitas frekuensi sentuhan.

Di Alkitab, jabat tangan memiliki dua arti. Pertama, jabat tangan menjadi tanda peneguhan atau sesuatu yang serius. Dalam Kitab Yehezkiel 17:18 dinyatakan, “Ya, ia memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian. Sungguh walaupun ia menyungguhkan hal itu dengan berjabat tangan, tetapi ia melanggar semuanya itu, maka ia tidak dapat luput.”

Kedua, jabat tangan menjadi tanda persekutuan atau persahabatan.
Dalam Galatia 2:9, dinyatakan “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan denganku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka  kepada orang-orang yang bersunat.”

Jangan lupa melakukan Jabat Tangan

Bahkan di Dalam agama Budha yang kita kenal dengan salam Namaste mereka juga melakukan jabatan tangan dengan pemeluk agama lain atau mungkin sesama mereka.

Di dalam Islam antara pria dan wanita memang tidak boleh salaman karena bukan Muhrim melainkan harus salaman dari jauh dan menebarkan senyum. Jabat Tangan didalam Islam sangat dianjurkan karena menghapus dosa. Dosa-dosa kita gugur karena salaman.

Lalu mengapa salaman di ganti dengan Fist Bump darimana semua berasal, jika hal ini di karenakan adanya virus yang kata media mematikan bukankah Fist Bump juga bersentuhan tangan.

Fist Bump

Itu yang membuatku sedikit bingung dan kritis, ayolah kembalilah kalian seperti manusia fitrah yaitu manusia makhluk sosial, Fist Bump hanya membuat kalian menjadi manusia sombong apalagi di tutup dengan penutup hidung dan mulut.

Jika memang karena mematikan maka kemana kalian sebelum Plandemic ini ? Dimana kalian ketika bertemu dengan pengidap TBC yang sangat mematikan ? Kalian tetap jabat tangan mereka bukan ? Apakah kalian langsung terkena TBC ? Tidak Jawabannya dan tidak akan pernah.

Indonesia memang untuk saat ini tidak bisa mengikuti Demo 20 Maret yang lalu tapi apakah kita tidak bisa melakukan perlawanan ? Jawabannay bisa yaitu tolaklah setiap orang yang ingin melakukan fist bump kepada kita. Lebarkan tangan dan sadarkan kepada mereka, lebarkan tangan kita nyatakan bahwa kita ingin berjabat tangan dalam bentuk Handshake bukan Fist Bump. Katakan Tidak untuk Fist Bump !

Fist Bump adalah Bid’ah yang dilakukan oleh Antek Dajjal

Ingat mereka telah mengubah cara kita sholat berjamaah “bagi yang muslim”, cara kita duduk di gereja “bagi yang nasrani”, menghapus senyuman dengan fitnah Dajjal yang kesembuhannya 100 persen.

Kukatakan Saat ini Indonesia dan dunia tengah menghadapi Pandemi Media , Pandemi yang dilancarkan oleh satu persen orang paling kaya sedunia, Search Engine Google, Youtube, Medsos Mainstream bukanlah media yang netral. Jika kalian ingin mencari keadaan dunia gunakan Yandex, Duckduck Go pertajam bahasa Inggris kalian, gunakan Telegram untuk sementara.

 Gunakan akal sehat kalian, gunakan hati nurani yang di tunjuk oleh Tuhan kepada kita, janganlah kalian ikuti trendster sebab trend menjerumuskan kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *