The Equalizer Review

Salah satu film yang pernah kutonton premierenya di bioskop
namun aku tak pernah berhenti untuk menonton berulang-ulang di DVD adalah The
Equalizer., apa sebab ?

Mungkin bisa dikatakan film ini sudah lawas dan beredar
sekitar tahun 2014, waktu itu aku pun sebenarnya berniat untuk nonton Annabelle
tapi karena waktu yang telat setengah jam aku memilih film ini untuk
kusaksikan, dan pilihanku tepat, karena aku tak bosan-bosan menyaksikan film
ini. Walau berulang-ulang kali.

“You can be whatever you wanna be” begitulah quote dari film
ini yang masih kuingat, memang dari awal kita disuguhkan dengan kehidupan
mantan agen CIA yang bernama Robert McCall diperankan Denzel Washington. Dimana
sebenarnya dia adalah seorang yang memalsukan kematiannya namun istrinya
sendiri tewas akibat sebuah kecelakaan mobil.

Dia bekerja sebagai mandor di sebuah pabrik namun juga
sebagai pelindung yang baik bagi karyawannya, Alur cerita mulai berubah saat
seorang remaja putri Rusia yang bernama Teri diperankan oleh Chloe Grace
Moretz, mendapat siksaan dari anak buah Pushkin seorang mafia Rusia, dari
situlah jiwa heroic Robert keluar. Dia berusaha mengembalikan Teri kejalan yang
benar.

Entah, apa karena faktor chemistry antara Moretz dan
Washington yang membuatku tertarik dengan film ini sebab meskipun di film ini
mereka bukanlah ayah dan anak namun chemistrynya dapat seolah-olah mereka
adalah ayah dan anak.

Selain itu McCall tak pernah sekalipun minum alkohol dan ke
Pub, dia hanya menghabiskan waktunya di Kafe yang menyediakan kopi, sosok
heroik yang berbeda daripada sosok Bryan Mills ala Liam Neeson atau John McClane
ala Bruce Wills, McCall hanya mengandalkan teknik bertarungnya bahkan dia tak
pernah sama sekali menggunakan pistol, hanya sebuah alat biasa untuk menghabisi
musuhnya. 

So itulah alasanku tak pernah berhenti dan selalu menghabiskan
waktu untuk menonton film ini di kala senggang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − three =