Sastrawan Pontianak Menolak Gerakan Terorisme

Akhir-akhir ini di negara Republik Indonesia sering dilanda kekerasan, dimana kekerasan tersebut berasal dari gerakan separatisme yang ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia, dimana tindakan ini kemudian hari dikenal dengan nama terorisme.

Secara harfiah, Terorisme merupakan serangan terkoordinasi yang bertujuan untuk membangkitkan perasaan teror terhadap masyarakat. Terorisme sangat berbeda denganperang, terutama tindakan aksi terorisme tidak tunduk pada tata cara peperangan. Selain itu objek terorisme bukanlah musuh di arena peperangan melainkan warga sipil.

Terorisme biasanya timbul akibat adanya rasa fanatisme yang berlebihan dan menganggap orang lain lebih rendah dari kelompoknya. Menurut para ahli para teroris sering merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata atau tentara. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serangan teroris dilakukan secara tidak berperikemanusiaan serta membabi buta, mereka tidak memiliki justifikasi, para pelaku teroris layak mendapatkan pembalasan yang kejam.

Terorisme menjadi meledak terutama semenjak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat atau yang dikenal dengan nama 9/11, peristiwa ini memakan 3000 korban.

Tindakan terorisme sendiri sangat di tentang oleh agama apapun di dunia, Di dalam Islam diistilahkan dengan kata irhab, bentuk dari kata ‘arhaba’, ‘yurhibu’, ‘irhaban’. Hal ini bermakna meneror atau menakut-nakuti.

Jadi makna ‘irhab’, bukanlah membunuh, dimana kalimat Irhab sendiri memiliki makna dasar yaitu takut.

Sebagaimana dalam ayat ini kita dapat melihat,
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al Anfal: 60).

Islam sendiri sangat melarang perbuatan Terorisme seperti membunuh orang lain, Allah Swt berfirman :

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32).

Setiap agama di muka bumi menginginkan kita untuk bersatu, oleh sebab itu pada tanggal 18 Mei 2017 digelar diskusi sastra bersama sastrawan dimana acara ini diadakan di hotel Star Pontianak pukul 08.00 Pagi hingga 16.00 WIB

Turut hadir pula para pembaca puisi serta dimeriahkan dengan apresiasi Puisi yang dibacakan oleh para pegiat sastra di Pontianak.

Satu hari sebelum acara diskusi dimulai, di kota Pontianak telah digelar deklarasi bahwa kota Pontianak sangat menentang aksi kekerasan dan terorisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 5 =