Menikmati Secangkir Kopi Pancong Saat Even Kulminasi 2019

Event Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019
Event Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019

Event Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019 – Setioko Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu ikon wisata Kota Pontianak yang selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Event Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019

Event Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019

Kulminasi merupakan titik tertinggi yang dicapai suatu benda langit dalam peredaran (semunya) mengelilingi bumi (seperti Matahari mencapai titik kulminasi pukul 12.00).

Fenomena Kulminasi terjadi setiap dua tahun sekali yaitu 21-23 Maret serta 21-23 September. Di Indonesia terutama Kota Pontianak sangat intens melakukan beragam kegiatan menyambut fenomena alam ini.

Apalagi jika kita berada di lokasi berdirinya Tugu Khatulistiwa yang menjadi pusat titik kulminasi Matahari di Kota Pontianak. Detik Detik menjelang  kulminasi adalah momen yang sangat langka di dunia bukan hanya pengunjung local melainkan juga mancanegara.

Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019

Fenomena alam titik kulminasi dimana matahari berada sejajar dengan garis tengah Bumi (garis khatulistiwa) pada 0’ detik, 0’ menit dan 0’ derajat garis lintang, sehingga semua benda yang berada pada garis khatulistiwa tidak memiliki bayangan / menghilangkan semua bayangan selama beberapa saat bahkan membuat sebuah telur bisa berdiri tegak.

Hal ini karena kita berada di garis 0’ khatulistiwa yang berarti kita berada ditengah-tengah bumi. Bahkan telur dapat berdiri pada saat terjadi peristiwa ini.

 

Event Kulminasi Khatulistiwa 21 – 23 Maret 2019, yang telah berlangsung di Kota Pontianak merupakan salah satu event yang sangat menarik.

Berbagai komunitas berbaur menjadi satu, selain itu juga dimeriahkan dengan tarian khas melayu.

Pada event yang telah berlangsung kemarin pengunjung dapat juga mencicipi Kopi Pancong serta Bubur Pedas.  Berdasarkan cerita Kopi Pancong berasal dari istilah Cina Singkawang yaitu Fancow.

Sedangkan Bubur Pedas merupakan masakan khas Sambas yang sudah menjadi masakan khas Kalimantan Barat.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − one =