Membangkitkan Perekonomian Islam Dengan Sepuluh Juta Perbulan

Pada hari ini tanggal 21 Januari 2017, aku mengikuti sebuah
pelatihan yang diadakan oleh seorang temanku Uray Tiar Fahrozi, dimana
pelatihan atau mungkin bisa dibilang kajian ini diadakan di Masjid Asmaul Husna
jalan Purnama Pontianak.

Kajian ini bukanlah kajian biasa sebab yang dibahas adalah
bagaimana cara membangkitkan perekonomian Islam melalui ukhuwah Islamiyah yang
kuat,  Perekonomian Islam juga akan kuat
jika terdapat jiwa berjamaah dalam hal bermuamallah.

Salah satu keinginan yang terbentuk dari kajian ini adalah
saling gotong royong dan membantu sesama, 

seperti hadist dibawah ini :

مَثَلُ
الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ،
وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا
اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى
سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai,
mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka
anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Sebenarnya terdapat dua jadwal dalam satu minggu yaitu Senin
dan Sabtu pada pukul 13.00 setiap kelas memiliki nama sesuai pengusaha yang
hebat di zaman Rasulullah SAW yaitu seperti Abu Bakar dan Abdurrahman Bin Auf.

Misi selanjutnya yang hendak dibentuk adalah misi Waqaf
produktif, mengapa wakaf produktif itu penting ? sebab Wakaf merupakan salah satu lembaga
keuangan Islam di samping zakat, infak dan shadakah  yang berurat berakar di bumi Indonesia. Islam
sebagai pesan keagamaan sangat menekankan solidaritas sesama manusia,,
persaudaraan, kesamaan nasib sebagai makhluk Allah s.w.t., dan kesamaan tujuan
dalam menyembah-Nya. Salah satu manifestasinya adalah melalui lembaga keuangan
dan ekonomi dengan tujuan membantu sesama manusia dan sesama umat beriman.

 Wakaf adalah menahan
harta yang dapat diambil manfaatnya tanpa musnah seketika dan untuk penggunaan
yang mubah, serta dimaksudkan untuk mendapatkan keridhaan Allah swt. Atau
dengan kalimat lain, wakaf ialah menahan asal dan mengalirkan hasilnya. Dengan
cara demikian, harta wakaf dapat dipergunakan untuk kepentingan publik dan kemaslahatan
umum secara berkelanjutan tanpa menghilangkan harta asal.

Beberapa ayat Al-Qur’an yang melandasi amalan wakaf di
antaranya adalah:

…Belanjakanlah dari harta bendamu yang suci… (QS Al-Baqarah:
267).

…Tidak termasuk orang yang baik sehingga membelanjakan harta
yang dicintainya…(QS. Ali Imran: 92)

Bagi yang tertarik untuk mengikuti kajian ini dapat
menghubungi Uray Tiar Fahrozzi di nomor Handphone 082284000022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × three =