Launching Buku My Radio My Life 2 Balai Kopi

Launching Buku My Radio My Life 2 – Setioko Pada dasarnya Radio merupakan salah satu alat komunikasi paling penting dalam sejarah dunia, Bahkan jauh sebelum era social media seperti sekarang ini. Radio memiliki makna sebagai alat pengirim sinyal melalui radiasi elektromagnetik serta modulasi.

Selain itu Radio juga disebut sebagai alat komunikasi masal sebab mampu mengirimkan informasi kepada masyarakat luas. Kehadiran radio sangat penting dalam membantu kehidupan manusia.

Sejarah radio memiliki beberapa era sejak ditemukannya gramofon sampai radio di zaman modern saat ini.  Sejarah radio berkaitan erat dengan penemuan gramafon atau phonograph. Kedua benda itu di temukan oleh seorang jenius yang bernama Thomas Alfa Edison.

Setelah itu dua ilmuan cerdas, Helmholtz Hertz dan James Clerk Maxwell, melakukan riset mengenai fenomena elektromagnetik. Mereka melakukan eskprimen tenatang gejala elektromagnetik dan berhasil menemukan gelombang radio.

Mereka berkesimpulan bahwa gelombang radio mampu merambat dengan bentuk bulatan. Di tahun 1887, Heinrich Hertz mampu melakukan pengiriman dan penerimaan gelombang radio.

Hingga akhirnya pada tahun 1901, seorang ilmuan bernama Guglielmo Marconi berhasil mengirimkan sinyal dan diterima oleh suatu alat penerima.

Beliau mengirim sinyal berupa titik dan garis dari suatu pemancar menggunakan gelombang elektromagnetik. Dengan penemuan inilah, banyak yang menasbihkan Marconi sebagai penemu radio.

Peran Radio Pada Berbagai peristiwa di Dunia

 

Radio mulai jamak digunakan pada sektor maritim untuk mengirimkan pesan telegraf memakai sandi morse.

Sandi morse itu terdiri dari titik serta garis yang dikirimkan diantara kapal dan darat. Salah satu contoh populer dari pemakaian radio di zona maritim adalah penggunakan radio oleh Angkatan Laut Jepang.

Ketika itu radio digunakan sebagai alat untuk memata matai pasukan Rusia di masa Perang Tsushima. Selanjutnya kapal kapal komersial juga menggunakan radio sebagai alat komunikasi antar kapal maupun kapal dengan operator di darat.

Di masa Perang Dunia II, radio masih digunakan secara masif oleh kedua pihak yang berperang. Mereka memakai radio untuk mengirimkan perintah antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut yang mereka miliki. Jerman pada saat itu berhasil menggunakan radio sebagai pesan diplomatik ketika saluran kabel bawah laut mereka diputus oleh Inggris Raya. Siaran radio mulai muncul di sekitar tahun 1920-an. Radio menjadi cukup popular di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Sebelum masa perang, radio banyak digunakan untuk riset, pencarian koordinat pesawat dan kapal dengan memakai radar.

Di Indonesia sendiri Radio merupakan saksi bisu atas berhasilnya kemerdekaan yang diraih pada tanggal 17 Agustus 1945.

Meski begitu, stasiun pertama di Indonesia bukanlah RRI, melainkan BRV atau Bataviase Radio Vereniging di Batavia (Jakarta). Kehadiran stasiun radio ini juga menjadi sejarah kota jakarta. Stasiun ini dibangun pada 1925. Di zaman penjajahan Belanda, banyak pula stasiun radio swasta yang hadir saat itu. Beberapa stasiun radio swasta yang cukup populer adalah NIROM di Jakarta, MAVRO di Jogja, EMRO di Madiun, SRV di Solo, Radio Semarang di Semarang, VORO di Bandung, CIRVO di Surabaya dan lainnya.

Gelombang-Gelombang Radio

Radio AM

Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia) Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.

Ketika radio AM mulai umum digunakan, Armstrong menemukan masalah saat radio lain ditransmisikan menggunakan kekuatan sinyal yang sama.

Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan.

Radio FM

Ketika radio AM mulai umum digunakan, Armstrong menemukan masalah saat radio lain ditransmisikan menggunakan kekuatan sinyal yang sama. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan.

Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk. Sayangnya teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (sebagai penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi.

Buku My Radio My Life 2

Buku My Radio My Life jilid 2 merupakan versi terbaru yang telah dibuat oleh Rizal Hamka.  Buku ini launching pada tanggal 4 Mei 2019.

Beliau bisa dikatakan dikenal sebagai seseorang yang peduli akan perkembangan Radio. Sebab beliau merupakan sosok pria yang sangat mencintai Radio yang mulai di tinggalkan saat ini.

Lewat Buku ini pula Rizal Hamka mulai memiliki nama hingga ke Negara tetangga termasuk Thailand. Hal ini di sebabkan beliau mampu melakukan penyiaran dengan gelombang SW.

Buku ini sangat menginspirasi bagi para pembaca untuk mulai menyukai Radio sebagai salah satu media massa yang keberadaanya harus tetap di jaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *