Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS

Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS – Setioko. Sebelum kita memulai pembahasan pada topic kali ini, marilah kita berkenalan dengan HTTP. Apa itu HTTP ?  Dari sebuah sumber yang Setioko dapatkan melalui sumber HTTP adalah

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) is an application protocol for distributed, collaborative, hypermedia information systems. HTTP is the foundation of data communication for the World Wide Web, where hypertext documents include hyperlinks to other resources that the user can easily access, for example by a mouse click or by tapping the screen. HTTP was developed to facilitate hypertext and the World Wide Web. “

Hypertext Transfer Protocol atau HTTP merupakan aplikasi protocol untuk mendistribusikan, suatu informasi hypermedia. HTTP merupakan dasar dari sebuah Komunikasi data untuk World Wide Web, dimana hal ini dapat mempermudahakan pengaksesan hyperlinks, dokumen maupun sumber lainnya.

HTTP di kembangkan serta di temukan oleh Tim Berners-Lee di CERN pada tahun 1989. HTTP merupakan pengembangan dari Internet Enginering Task Force serta World Wide Web Consortium.

Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS

Lalu bagaimana dengan HTTPS ? HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) merupakan versi secure dari HTTP. Perbedaan utama yang terdapat antara HTTP dan HTTPS adalah terhadap penggunaan port. Pada HTTP, port yang digunakan adalah port 80. Sedangkan untuk HTTPS, port yang digunakan adalah 443.

Sehingga dengan menggunakan HTTPS, informasi akan lebih aman karena dilakukan enkripsi pada pengiriman informasi. Informasi yang dikirim pun hanya akan dapat diakses oleh client dan server akhir.

Selain itu, HTTPS mencakup hal auntentikasi server, kerahasiaan data serta integritas data. Autentikasi server memungkinkan pengguna memiliki kepercayaan sedang berkomunikasi dengan server yang akan dituju.

Data yang tersandi membuat data yang dikirimkan atau diterima akan menjadi sangat rahasia. Integritas data ini terkait penyerang jaringan yang tidak dapat merusak atau mengubah komunikasi data antara client dan server karena divalidasi oleh MAC (Message Authentication Code).

Di tahun 2019 Google akan mulai memprioritaskan https daripada http hal ini disebabkan https lebih secure serta aman digunakan, HTTPS sangat membantu untuk SEO, mungkin mereka akan berfikir bahwa hal ini dilakukan untuk meningkatkan traffic website agar terus meningkat.

HTTPS adalah salah satu cara untuk menaikkan traffic website, meningkatkan traffic pengunjung website dengan menggunakan sistem SSL. Google sangat menginginkan untuk membuat website lebih aman dari serangan hacker.

Data yang dikirim menggunakan HTTPS diamankan melalui protokol Transport Layer Security (TLS), yang memberikan tiga lapis perlindungan kunci:

  • Enkripsi—mengenkripsi data pertukaran untuk menjaga keamanannya dari penyadap. Artinya, saat pengguna menjelajahi situs web, tidak ada yang dapat “menguping” percakapan, melacak aktivitas di berbagai laman, atau mencuri informasi mereka.
  • Integritas data—data tidak dapat diubah atau dirusak selama transfer, dengan sengaja atau tidak, tanpa terdeteksi.
  • Autentikasi—membuktikan bahwa pengguna teman-teman berkomunikasi dengan situs web yang diinginkan. Hal tersebut melindungi dari serangan dari  MIT dan membangun kepercayaan pengguna, yang dapat memberikan keuntungan lain untuk bisnis teman-teman semua.

Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS

Atas dasar itulah terhitung mulai 24 Desember 2018, Setioko.web.id beralih ke https. Lalu bagaimana Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS di situs berbasis wordpress atau mengganti http://namadomain.com menjadi https://namadomain.com lalu bagaimana pula dengan domain yang telah kita submit ke search console ?

Setioko akan memberikan cara mudah mengganti http ke https adapun caranya adalah sebagai berikut

  1. Pastikan hosting yang kita miliki sudah memiliki fitur ssl atau protokol keamanan yang digunakan pada hampir semua transaksi aman pada internet. Dimana SSL memiliki akronim Secure Socket Layer
  2. Sebenarnya terdapat dua cara yaitu manual dan melalui plugin. Setioko akan membahas penggunaan melalui plugin karena dirasa lebih mudah terutama bagi yang kurang faham koding atau malas mengotak-atik kode
  3. Plugin yang dimaksud adalah Really Simple SSL, bias didapatkan di add new plugin / tambah baru. Plugin ini sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Cukup download dan install seperti biasa
  4. Lalu klik Go Ahead, activate SSL atau Ayo aktifkan SSL (Tergantung bahasa yang digunakan)
  5. Silahkan refresh browser jika melihat icon hijau di address bar berarti ssl kita sudah aktif.

Hanya itukah Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS ? tentu tidak kita masih harus berkutat dengan Search Console. Untuk hal yang satu ini terdapat beberapa cara yang pertama adalah add property di search console kita

Sedangkan yang kedua menggunakan Google Analytics namun Setioko tidak berhasil menggunakan cara nomor dua ini. Sehingga Setioko menggunakan cara pertam

Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS

Untuk cara yang pertama maka langkah awal yang patut kita lakukan adalah dengan cara masuk ke webmaster tools cara seperti ini sangat dianjurkan oleh Google. Lalu tambahkan add property https://namadomain.com.

Perhatikan gambar dibawah ini

Memang sekilas tampak double namun Google tidak masalah dengan hal tersebut, bahkan property yang baru dapat langsung terverifikasi secara otomatis dengan menggunakan kepemilikan yang lama. Mungkin kita hanya perlu menambahkan sitemap di property yang baru  

Cara mudah migrasi dari HTTP ke HTTPS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *