Belajar jadi Pengusaha atau belajar makan riba ?

Apa yang ada dibenak kita saat mendengar kata “Pengusaha” ?
Jawabannya adalah ketika kita mendengar kata tersebut maka kita akan terngiang
dengan mobil mewah, rumah mewah, liburan keluar negeri dan segala bentuk
hedeonisme lainnya.

Padahal kenyataannya adalah tidak ada yang mudah dan enak
tatkala kita masih menghirup udara di bumi ini, segala macam cobaan harus kita
alami, pernahkah kita terbayang jika seorang pengusaha terkenal ternyata tidak
bisa menikmati makan yang enak, kesehatannya terganggu ? Bukan hanya fisik
namun juga mental ?

Bukankah banyak pengusaha yang akhirnya memiliki mental tak
kuat ketika berhadapan dengan sebuah kata“Bangkrut” ? Bukankah banyak diantara
mereka yang akhirnya bunuh diri dan menjadi gila ?

Hal ini disebabkan oleh banyaknya ajaran-ajaran yang
mengajarkan tentang menjadi pengusaha dengan otak kanan, dimana otak kanan ini
lebih ke action tanpa berfikir terlebih dahulu, Memang seorang pengusaha
Indonesia yang bernama Alm. Bob Sadino mengatakan bahwa

“Pergi pagi pake baju rapi, berdasi, pulang sore hari,
sering diomelin bos, itu kerja apa dikerjain”

Jika kita mempelajari lebih dalam dari makna tersebut
artinya adalah menjadi karyawan itu tidak enak, betul itu, Namun untuk menjadi
seorang pengusaha hebat mereka harus merasakan kebangkrutan, nah inilah yang
kurang disadari oleh pengusaha pemula.

Banyak buku dan seminar yang mengajarkan meminjam uang ke
Bank atau BUMN memang secara sekilas tidak ada yang salah mengikuti seminar tersebut,
permasalahan muncul ketika tawaran yang diajarkan oleh Bank dan BUMN tersebut
mengandung unsur Riba.

Jujur saja, setiap kali aku mengikuti acara tersebut, tak
pernah satu pun ajaran untuk meminjam uang masuk keotakku, karena aku tahu
betapa sulitnya membayar hutang dan bunga yang membengkak itu.

Sebenarnya, ada sebuah cara untuk menjadi pengusaha yaitu
dengan bagi hasil dan urun dana atau  yang lebih dikenal dengan nama crowdfunding,
dimana setiap orang yang memiliki ide usaha mendapatkan investor dari pemilik
usaha, cara ini pernah dilakukan oleh Mark Zuckerberg, dimana tak pernah satu
kali pun Mark meminjam dana dari Bank, alhasil hingga saat ini Mark tercatat
sebagai orang terkaya didunia.

Sebenarnya, ada sebuah cara untuk menjadi pengusaha yaitu
dengan bagi hasil dan urun dana atau  yang lebih dikenal dengan nama crowdfunding,
dimana setiap orang yang memiliki ide usaha mendapatkan investor dari pemilik
usaha, cara ini pernah dilakukan oleh Mark Zuckerberg, dimana tak pernah satu
kali pun Mark meminjam dana dari Bank, alhasil hingga saat ini Mark tercatat
sebagai orang terkaya didunia.

Aku juga miris melihat beberapa buku zaman sekarang dimana
sulit sekali ditemukan cara menjadi kaya dengan crowdfunding. Yang ada hanyalah
anjuran menjadi kaya tapi tanpa ditemukan bagaimana cara menjadi kaya yang
berkah.

Tak semua orang memiliki nasib yang sama dan pemikiran yang
sama dengan Bob Sadino, setiap orang unik dan memiliki pemikiran yang
berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 2 =