Saprahan Nusantara Sebuah Kebudayaan Melayu Pontianak

Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Republik Indonesia adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara dengan wilayah teritorial Samudera Hindia dan Pasifik, Indonesia juga merupakan salah satu negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan lebih dari tujuh belas ribu pulau, dan luas wilayah sebesar 1,904.569, dengan diskripsi seperti itu maka Indonesia pantas dinobatkan sebagai empat belas negara terbesar di dunia yang meliputi wilayah laut dan daratan.
Mengapa blog setioko.web.id tidak membahas Saprahan terlebih dahulu ? jawabannya adalah karena sebelum kita membahas mengenai Saprahan alangkah baiknya jika kita mengenal Indonesia sebagai salah satu Negara yang memiliki kebudayaan beraneka ragam.

Kebudayaan Indonesia adalah salah satu bentuk interaksi yang panjang dan terjadi antara masyarakat adat lokal dengan pengaruh dari asing, Pada zaman dahulu Indonesia adalah salah satu pusat jalur perdagangan antara Timur, Asia Tenggara dan Timur Tengah, Hasilnya banyak kebudayaan di Indonesia yang meliputi berbagai macam keagamaan seperti Hindu, Budha, Confuisme, Islam dan Kekristenan.
Sayangnya, akibat dari banyaknya asimilasi yang terjadi dewasa ini banyak mengakibatkan bahasa daerah dan budaya daerah menjadi punah. Sebagian saat ini masih terancam punah. Salah satu yang menyebabkan Indonesia menjadi Negara yang unik dan terdiri dari beberapa kebudayaan adalah Indonesia memiliki bangsa dan suku yang multiras, setidaknya terdapat 300 etnik; 750 bahasa serta dialek, dengan bahasa daerah yang juga beraneka ragam. Agama yang juga multiras, Indonesia memiliki slogan yaitu berbeda-beda tapi tetap satu, Indonesia memiliki bahasa yang satu yaitu bahasa Indonesia.
Berdasarkan sumber, Jika dilihat dari persentase etnik maka dapat diperoleh bahwa 300 etnik di Indonesia berasal dari nenek moyang yang beranekaragam, diantaranya suku jawa memiliki jumlah penduduk sebesar 42 persen, Sunda 31 prsen, Melayu 3.7 persen dan lain-lain Termasuk diantaranya suku Dayak, Asmat, Bali dan sebagainya. Untuk mengatasi kepadatan penduduk maka Pemerintah mengadakan program Transmigrasi, dimana jutaan penduduk pindah ke pulau lain berdasarkan archipelago.
Lalu bagaimana dengan penduduk yang berasal dari negara lain ? Jawabannya adalah Tionghoa atau China memiliki jumlah penduduk yang cukup besar dalam hal ini yang diikuti oleh Arab dan India.
Keunikan yang dimiliki oleh Indonesia inilah yang menyebabkan bangsa ini sangat di puji oleh Negara lain Seperti yang diakui oleh Dubes As
“Indonesia dalam banyak hal merupakan tempat yang sangat unik dan negara yang sangat terbuka. Banyak kesempatan yang berbeda-beda. Sebuah tantangan yang besar untuk merangkul 250 juta warga dengan banyak kepulauan,” ujar Blake.
Indonesia juga memiliki beragam senjata khas tradisional, juga termasuk diantaranya adalah musik tradisional seperti Gamelan dan Angklung, Indonesia juga memiliki tarian tradisional juga terdapat perpaduan antara musik Melayu dan India yaitu Dangdut.
Salah satu kebudayaan yang patut dilestarikan adalah Saprahan, Apa itu Saprahan ? Saprahan adalah tradisi makan bersama dan telah menjadi kebudayaan turun temurun bagi masyarakat melayu Kalimantan Barat.

Makan bersama yang dimaksud disini sangat berbeda dengan table dinner ala Eropa, sebab makan bersama kali ini sangat tradisional, Lauk yang dihidangkan adalah lauk khas Indonesia yang berupa nasi putih atau nasi kebuli, semur daging, sayur dalca, sayur paceri nanas atau terong, selada, acar telur, sambal bawang dan sebagainya. Kemudian untuk minuman yang disajikan adalah air serbat berwarna merah. Sehingga tidak ada barbeque maupun makanan barat lainnya.
Ketika makan saprahan, sebaiknya kita makan nasi tidak menggunakan sendok cukup menggunakan tangan kosong, sebab berdasarkan filosofi zaman dahulu makan nasi tanpa sendok itu lebih higenis karena merupakan anugerah dari Tuhan yang maha Esa. Meskipun demikian masih ada yang menggunakan sendok dan itu tidak masalah sebenarnya.
Pada umumnya adat makan bersama atau saprahan ini memiliki keunikan tersendiri yaitu duduk di lantai yang dilakukan oleh masyarakat Melayu Pontianak dan biasanya acara ini sering diadakan berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, dan acara syukuran lainnya.
Peralatan dan perlengkapan dalam adat saprahan biasanya adalah kain saprahan, piring makan, kobokan beserta serbet, mangkuk untuk nasi, mangkuk untuk lauk hidangan, centong nasi dan lauk serta gelas minuman.
Saprahan berasal dari kata Saprah yang artinya berhampar berdasarkan terminologi makna ini mengandung arti budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok yang terdiri dari enam orang dalam satu kelompoknya.

Pada tanggal 28 Oktober 2017 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Sultan Syarif Melvin Alkadrie selaku sultan Pontianak mengadakan acara Saprahan di Taman Budaya. Dalam kesempatan itu Sultan menghimbau agar kebudayaan Saprahan seperti ini tetap dipertahankan.
Selain itu sebagai wujud untuk memperkenalkan kebudayaan Saprahan, maka Pontianak akan mengadakan acara Saprahan akbar yang nantinya masuk kedalam MURI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =