Rangkaian event Perayaan Kota Pontianak berlangsung semarak

 

Berdasarkan literatur sejarah yang dimuat dari berbagai sumber media  Kota Pontianak merupakan ibukota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.  Selanjutnya Kota Pontianak juga dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena berdasarkan letak geografis kota ini dilalui garis khatulistiwa.

 

Salah satu ciri dan icon kota Pontianak yaitu Tugu Khatulistiwa yang berada Di utara kota Pontianak, tepatnya Siantan, tugu ini  dibangun pada tempat yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui oleh Sungai Kapuas serta Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadaikan dalam lambang Kota Pontianak. Berdasarkan luas kota Pontianak memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi.

 

Berdasarkan sejarah Nama Pontianak sendiri berasal dari bahasa Melayu yang berarti dipercayai bahwa kata ini memiliki keterkaitan dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia menyusuri Sungai Kapuas.

 

Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting

 

Meskipun demikian keberadaan kisah diatas masih dianggap sebagai mitos belaka, sebab berdasarkan sumber lain. Nama Pontianak tidak memiliki keterkaitan dengan kisah hantu berambut panjang tersebut, sebab kisah ini bermula ketika Sultan Syarif Abdurrahman berlayar menyusuri Sungai Kapuas, untuk memastikan apakah terdapat orang atau tidak di wilayah itu. Dan ternyata, Sultan Syarif bertemu dengan satu keluarga yang tinggal di hutan.

 

Keluarga tersebut membuat ladang untuk menanam padi dan pada saat itu mereka memiliki anak bayi, yang tidur di kulit kayu (dimasa itu disebut dengan ponti). Dari sinilah kemudian tercetus istilah “Pontianak”.

 

Perihal lain mengenai meriam karbit hal itu bertujuan agar bisa memberi tanda kepada orang yang tinggal di daerah hutan sepanjang kapuas, jadi dibunyikan bukan untuk mengusir Kuntilanak.

 

Terlepas dari benar atau tidak kisah diatas, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan yaitu Kota Pontianak didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman beliau keturunan Al-Qadrie. Dan proses pendirian kota ini sendiri berlangsung dua tahun sebelum kemerdekaan Amerika Serikat.

Kota Pontianak kini sudah ramai tidak seperti dulu lagi. Dalam rangka perayaan HUT Kota Pontianak ke 246 beragam acara telah dilaksanakan seperti Pameran Pontianak Expo 2017 yang diselenggarakan di PCC dan telah berakhir pada tanggal 24 Oktober 2017, lalu ada festival Jepin, Serapahan yang akan berlangsung pada tanggal 28 Oktober 2017.

 

Blog Setioko mengucapkan selamat ulang tahun kota tercinta Pontianak, Semoga kota ini menjadi destinasi Wisata selanjutnya

 

Simpan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + 13 =