Temu Blogger Kesehatan Hotel Haris Pontianak 12 Oktober 2017

Pepatah mengatakan bahwa “Mata bukan segala-galanya, tetapi tanpa mata, segala-galanya tidak ada artinya…” pernahkah kita membayangkan bahwa kita akan melihat indahnya dunia jika kita tak mampu melihatnya ?  Atau apa yang dapat kita bayangkan jika kita tak mampu melihat indahnya wajah aktris idola kita seperti : Taylor Swift,  Chelsea Islan andaikan kita ditakdirkan buta ?

 

Bagi penulis mata adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh sang Maha Kuasa kepada setiap makhluknya.   Sebab, ia merupakan indra yang sangat penting bagi manusia.  Dengan adanya anugrah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa ini,  maka banyak hal secara normal dan wajar dapat dilakukan.  Karena itu,  kita wajib untuk menjaga kesehatan mata agar aktivitas kehidupan kita  tidak terganggu.

 

Dengan mata pula, penulis mampu menghasilkan sebuah karya berupa artikel yang terdapat di blog Setioko ini.

 

Pokok permasalahan yang terjadi saat ini adalah masyarakat Indonesia secara mayoritas banyak yang mengalami terganggunya indera penglihatan mereka bahkan menderita kebutaan. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Jawabannya adalah penyakit atau gangguan pada mata ini salah satunya di sebabkan oleh faktor degenerasi, yaitu semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin meningkat pula gangguan pada mata mereka selain itu juga terdapat faktor lainnya, seperti pola makan yang kurang benar, lingkungan hidup, kebiasaan mereka, ras atau keturunan dan tak ketinggalan genetik.

Dewasa ini pula,  banyak kita temukan anak-anak yang masih kecil tetapi mereka sudah memakai kacamata, hal ini dapat kita temukan secara fakta di lapangan. Sangat disayangkan jika mata mereka sudah bermasalah.  Banyak gangguan pada mata yang dapat kita temui pada saat ini seperti, mengalami kelainan mata myopi, hipermetropia, astigmatisma atau silinder dan anisometropia.

 

Berdasarkan pengertian maka kelainan mata dapat di definisikan sebagai berikut :

 

Rabun Dekat adalah sebuah kelainan pada mata dimana kondisi mata sulit untuk fokus terhadap benda yang berada di dekatnya. Jarak pada mata menyebabkan objek menjadi buram.

 

Sedangkan Rabun Jauh atau Hypermetropia adalah sebuah kelainan pada mata dimana kondisi mata sulit untuk fokus terhadap objek yang berada jauh di depannya. Hal ini berbalikan dengan Rabun Dekat.

Untuk silinder sendiri merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau berbayang. Penderita menjadi sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat. Selain itu, penderita biasanya mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil. Penulis sendiri merupakan penderita kelainan pada mata ini.

 

Sedangkan Anisometropia adalah suatu kondisi dimana mata/penglihatan sulit fokus dan tidak jarang menyebabkan mata cepat lelah. Hal ini terjadi sebab adanya kelainan refraksi yang terlalu jauh perbedaannya di antara kedua mata.

 

Selain banyaknya kasus kelainan pada mata, dewasa ini masyarakat dunia dihadapkan dengan suatu fakta yaitu kebutaan penyebabnya antara lain Katarak, Glaukoma dan sebagainya. Salah satu sumber mengatakan bahwa :

 

    • Sekitar 253 juta jiwa hidup dengan penglihatan  yang terganggu dimana 36 juta jiwa mengalami kebutaan dan 217 juta mengalami kelainan.

 

    • 81 Persen manusia yang buta berusia diatas 50 tahun lebih dan juga berbagai faktor lainnya.

 

    • Secara umum, penyakit yang menderita pada mata disebabkan oleh penglihatan yang sangat kurang dan ada kesalahan pada refraksi mata, kemudian katarak menjadi faktor penting yang sering dialami negara-negara berkembang seperti Indonesia.

 

    • Penyakit infeksi mata lainnya seperti Trachoma dan onchoceriasis telah berkurang dalam kurun waktu 25 tahun ini.

 

    • Lebih dari 80 persen masalah penglihatan dapat di cegah dan diobati.

 

Secara umum pula, hal ini dikenal dengan nama Visual Impairment atau Vision Loss. Pada tanggal 12 Oktober 2017 Komunitas Blogger Pontianak atau yang lebih dikenal dengan nama buda’blogger diundang oleh Kementrian kesehatan dalam acara workshop tentang kesehatan mata.

 

Acara ini lebih berfokuskan kepada upaya pencegahan dan mengkampanyekan akan pentingnya kesehatan pada mata. Acara ini berakhir pada pukul 17.00 Wib., dan turut dimeriahkan pula oleh kehadiran Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

 

 

 

Simpan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − three =