Timbang-timbang calon gubernur Kalimantan Barat Kafe Muzzaki Pontianak

Politik secara harfiah berasal dari bahasa Yunani, Makna ini mengandung proses pembuatan keputusan untuk mencapai sebuah tujuan bersama, saat ini, Politik sangat berkaitan erat dengan pemerintahan atau sebuah organisasi resmi yang mengatur jalannya suatu negara. Lebih jauh Politik adalah ilmu yang mempelajari kekuatan dan sumber dengan pemberian kekuasaan antara komunitas yang satu dengan yang lainnya.

Terdapat begitu banyak bentuk Politik, termasuk diantaranya hal-hal yang sering terjadi di lingkungan seperti Negoisasi, pembuatan hukum dimana sumber kekuatan adalah modal utama untuk mempengaruhi massa atau masyarakat.

Forum Diskusi Calon Gubernur Kalimantan Barat
Bung Ben memberikan sambutan

Bagaimana hubunganya dengan dunia politik di kalimantan Barat ? Jawabannya adalah secara identitas Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia)  Selain itu Kalimantan Barat berbatasan juga dengan negara bagian Sarawak, Malaysia.

Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, namun Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Berdasarkan konsesus tahun 2016 jumlah penduduk Kalimantan Barat sebanyak 5.365.256 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).  Dimana berdasarkan pembagian etnis terdapat bahwa etnis paling dominan di Kalimantan Barat, yaitu Dayak  sebesar 49.91%, kemudian ada suku Melayu sebesar 16.50%. Hal ini menandakan bahwasanya tidak dipungkiri etnis Dayak merupakan etnis di daerah pedalaman, sedangkan etnis Melayu mayoritas di kawasan pesisir. Etnis terbesar ketiga yaitu etnis Jawa  sebanyak 8.66% yang tingal di pemukiman daerah transmigrasi. Di urutan keempat yaitu Etnis Tionghoa  sebanyak 8,17% dan menjadi identitas lain dari Provinsi ini.

Sayangnya dalam percaturan dunia politik di Kalimantan Barat, isu SARA masih mendominasi termasuk diantaranya dalam hal pemilihan Gubernur atau Pilkada. Penulis mencoba mengutip salah seorang pernyataan pengamat Politik di Kalimantan Barat di media massa

“Sudah beberapa pemimpin negeri ini berganti, begitupun juga dengan peta percaturan politik negeri yang juga silih berganti kini Indonesia telah merdeka selama 72 tahun namun tetap saja politik di negeri ini belum dapat menjadi apa yang kita harapkan.”

Pada tanggal 05 Oktober 2017 yang bertepatan dengan hari TNI, diadakanlah sebuah forum diskusi yang bertema timbang-timbang calon Gubernur Kalimantan Barat, acara ini diadakan di warung kopi Bandar Muzzaki di Alianyang Pontianak, acara ini sendiri dihadiri oleh empat pengamat politik Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =