Meluruskan Nibiru Dalam Islam

Nibiru dalam Islam

Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X. Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.

 

Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka.  Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut.

 

Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa informasi, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.

 

Setidaknya intro seperti itulah yang penulis ambil dari sebuah artikel di Internet, apalagi jika artikel ini berkaitan dengan sebuah Planet yang massanya lebih besar dari Massa Bumi. Planet ini dikenal dengan nama Planet ke 12 atau Planet X,  dan dikenal pula dengan nama Planet Nibiru.

 

Konspirasi tentang Planet Nibiru ini pertama kali diungkapkan oleh Ilmuwan asal Russia.  Beliau bernama Zecharia Sitchin  Beliau juga merupakan pengarang buku yang menceritakan tentang Astronot kuno, dan disalah satu buku beliau terdapat Bangsa Anunnaki yang berada di planet Nibiru. Planet ini terletak di luar Neptunus, dan merujuk kepada mitos Sumeria.

 

Setiap  3600 tahun sekali orbit matahari terganggu akibat adanya Planet ini. Buku ini sudah di terjemahkan lebih dari 25 Bahasa.  Pertanyaannya a apakah planet Nibiru ini benar-benar ada ?

 

Planet Nibiru merupakan sebuah ancaman yang sangat  serius bagi sebagian orang, sebab Planet inilah yang mengakibatkan dunia kiamat dan hancur. Kedatangan planet ini sendiri sudah sering di ramalkan beberapa kali dan semuanya meleset. Seperti ramalan tahun 2003, ramalan tahun 1995 serta ramalan tahun 2017.

 

Kembali lagi apakah planet sebesar nibiru itu benar-benar ada ? Jika merujuk dengan luasnya alam semesta, maka alam memiliki jumlah galaksi yang tak terhitung jumlahnya. Milky Way atau galaksi bima sakti yang kita tempati saat ini merupakan satu diantara Galaksi yang ada.

 

Sayangnya, fakta membuktikan bahwa Planet sebesar Nibiru merupakan hisapan jempol semata. Seperti yang penulis nukil dari salah satu situs di express.

 

Para ilmuwan dari Nasa mengatakan bahwa Nibiru adalah Hoax. Tidak ada planet yang bernama Nibiru yang besarnya sangat luar biasa, seperti yang diungkapkan oleh Jonathan McDowell

 

 

“Tidak ada Nibiru, itu semua Hoax”

 

 

Lebih lanjut ia mengatakan

 

 

“Aku tak tahu apa yang harus kukatakan selain itu merupakan bohong belaka, Mungkin bumi akan tertabrak seperti Meteor atau entahlah, tapi tidak ada planet Nibiru melintasi bumi”

 

 

Lebih lanjut di situs mirrors  mengungkapkan bahwa banyak orang mengatakan Dunia akan berakhir pada tanggal 23 September, karena bertabrakan dengan planet bumi.

 

Namun NASA membantah berita tersebut

 

 

“Nibiru dan kisah sperti itu hanyalah internet Hoax”

 

 

Permasalahannya di beberapa blog yang berbasiskan Islam mengatakan bahwa Nibiru itu ada, Lebih celakanya lagi blog ini isinya tidak jelas tapi sering di copas kemana-mana, karena berbahasa Indonesia.

 

Isi blog seperti ini  Hal ini merujuk kepada Surah At-Takwir ayat 2 yang berbunyi  :

 

“Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan,” bunyi ayat tersebut.

 

Jika diperhatikan, ayat ini menjelaskan mengenai berkurangnya materi dan energi matahari sehingga berubah menjadi bintang yang lebih redup. Selanjutnya, matahari akan berubah gelap tanpa mengeluarkan cahaya.

 

Selain matahari, bintang juga akan menjadi objek langit yang berjatuhan saat peristiwa kiamat. Hal ini tertuang dalam penjelasan Surah Al-Infithar ayat 2.

 

“Dan apabila kawakib (planet-planet) jatuh berserakan,” bunyi ayat tersebut.

 

Lantas apa yang menyebabkan bumi hancur dan kiamat ? Wallahu’alam tapi jika kita pernah membaca tentang terompet sangkakala maka sesungguhnya bumi akan bertabrakan dengan benda  di langit.

 

Apalagi saat ini alam semesta mempercepat kembali karena efek repulsif energi gelap (dark energy) yang mendominasi perluasan alam semesta. Dari kedua teori yang sudah disebutkan di atas, kaitannya dengan isyarat Allah dalam Al-Qur’an bahwa alam semesta tadinya merupakan satu gumpalan, dia berfirman dalam surat Al-Anbiya’ ayat 30.

 

 Artinya : “Tidakkah orang kafir memperhatikan bahwa langit dan bumi tadinya merupakan satu yang padu (gumpalan) kemudian kami memisahkannya, kami jadikan air segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka tidak juga beriman?”.

 

Al-Qur’an tidak menjelaskan secara detail bagaimana terjadinya pemisahan itu, namun apa yang dikemukakan di atas tentang perpaduan alam semesta ini dibenarkan oleh para ilmuan yang telah terkenal dengan teori ledakan besar atau Big-Bang.

 

Juga tentang meluasnya alam semesta, Al-Qur’an mengungkapkan dalam surat Adz-Zariyah ayat 47 yaitu :

 

 Artinya : “Dan langit kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan sesungguhnya kai benar-benar meluaskan / mengembangkannya”

 

Dewasa ini, meluasnya alam semesta dikenal dengan istilah “The Expanding Universe” seperti diketahui bahwa alam semesta yang penuh dengan gugusan bintang dan galaksi tersebut berjualan tahun perjalanan cahaya dari bumi.

 

Edwin P. Hubble merumuskan bahwa galaksi-galaksi tersebut disamping berotasi juga bergerak menjauhi bumi, sebelumnya penemuan tersebut dianggap sebagai suatu kesalahan, tapi lam kelamaan bisa diterima oleh banyak ilmuan. Menurut “The Expanding Universe” alam semesta bersifat seperti balon atau gelombang karet yang sedang ditiup ke segala arah dengan kecepatan luar biasa. Ini sesuai dengan pemaparan Al-Qur’an dalam surat Al-Ghasyiyah ayat : 17-18.

 

Artinya : “Tidakkah mereka memperhatikan bagaimana unta diciptakan dan langit ditinggikan”

 

Dari pemaparan seperti ini maka kita dapat membayangkan sebuah balon yang terus menerus di tiup tanpa henti, maka apa yang akan terjadi. Ledakan bukan ? seperti itulah yang terjadi dengan alam semesta, bahwasanya  jika alam semesta ini terus memuai maka tidak mustahil alam semesta saling bertabrakan. Dan itulah yang di kenal dengan nama Kiamat.

 

Oke jika Nibiru itu memang ada, lantas siapa penghuninya ? Jawaban tentang pertanyaan ini sungguh menggelikan

 

Sebab bangsa Sumeria mencatat tentang kedatangan Bangsa  Anunnaki dari Planet Nibiru, yang menciptakan “manusia” dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi

 

Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki berarti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.

 

Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monument penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita.

 

Dari kesimpulan tentang Anunnaki maka kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa mitos tentang Anunnaki jika di kaitkan dengan Islam maka sudah terjadi dua dosa besar yaitu Musyrik sebab percaya dengan Anunnaki maka kita percaya maka manusia diciptakan oleh mereka dan bukan oleh Allah SWT.

 

Mitos tentang Anunnaki juga membenarkan akan konsep Manusia kera atau teori Darwin yang sudah jelas runtuh dengan sendirinya.

 

Lebih lanjut lagi, percaya dengan Anunnaki maka kita sudah dikategorikan sebagai manusia Rasis.  Banyak sekali. Manusia modern (kita) memiliki fisik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua. Dan itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita.

 

Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fisik :

 

Tinggi rata-rata 7-8 kaki (3 meter)
Kulit putih
Rambut pirang atau merah, mata biru

 

Makanya kulit putih sejak jaman dulu identik dengan “kasta lebih tinggi” atau “dianggap lebih estetik”, karena masih menganut standar patokan Anunnaki.

 

Bangsa Kaukasia (kulit putih-pirang-mata biru)  atau yang lebih dikenal dengan nama Bule memiliki paling banyak ciri-ciri fisik Anunnaki. Ini bisa dilihat dari golongan darah mereka, yaitu Rhesus negative.

 

Pertanyaan sejak kapan Islam menganggungkan Bule sebagai kasta tertinggi jika kita percaya Nibiru itu bukan isapan jempol ?

 

Dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa jangan percaya dengan Mitos sesat Nibiru, jangan pula mencampurkannya dengan Agama sebab percaya dengan Nibiru maka kita juga percaya bumi itu datar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 9 =