Kelemahan Fatal android Smartfren

Kelemahan Fatal Android Smartfren

Tak ada gading yang tak retak, kira-kira pepatah itulah yang kiranya dapat penulis sampaikan melalui Artikel kali ini, jujur sebenarnya penulis merupakan pelanggan setia Smartfren. Bahkan blog setioko.web.id sering membahas android mengenai smartfren daripada merek lain, karena kepuasan yang penulis rasakan ketika menjadi pelanggan smartfren pertama kali.

Tak hanya itu, artikel yang penulis buat melalui blog setioko.web.id bisa dikatakan powered by Smartfren, karena penulis menggunakan mifi Smartfren M2Y untuk menulis setiap artikel. Mengapa penulis memilih Smartfren, karena android ini sangat murah namun kualitas yang ditawarkan bisa dikatakan greget.

Salah satu forum thread di kaskus menyebutkan bahwa salah satu kelebihan Smartfren adalah best value Produk Andromax I mendapat penghargaan Selular Online sebagai Best Value Smartphone. Ini karena produk yang hanya dijual seharga Rp 1.199.00 itu berspesifikasi melebihi harganya. Dengan layar 4 inci, processor Snapdragon dual core, kamera 5 MP + 1,3 MP, dual on CDMA + GSM adalah spesifikasi tertinggi yang bisa anda dapatkan dengan harga semurah itu. Sebagai perbandingan produk LG L5 pada waktu itu dihargai di atas Rp 2 juta namun hanya memiliki processor single core dan tanpa kamera depan. Dan tentunya Blackberry Davis pada waktu yang sama dihargai 1,9 juta namun hanya menawarkan koneksi 2G.

Selain itu Smartfren relatif tidak mengambil untung dari produk ponsel yang mereka bundling. Mereka mengambil keuntungan dari pengisian ulang pulsa yang pelanggan mereka lakukan. Tentunya mereka mendapatkan pelanggan yang “terpaksa” setia menggunakan layanan mereka disebabkan ponsel mereka dilock. Karenanya Smartfren mampu menjual smartphone dengan harga yang sangat murah sampai relatif tidak bisa lebih murah lagi dari itu. Karenanya harga baru Andromax tidak turun (kecuali Andromax V). Mungkin anda tidak akan merasa senang jika baru membeli ponsel seharga 3 juta namun sebulan kemudian harganya turun menjadi 2,5 juta. Hal ini tidak berlaku untuk Andromax karena harganya sudah mentok di bawah.

Bahkan staff Galeri Smartfren di Pontianak sudah akrab dengan penulis, namun Smartfren juga memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut bukanlah kuota ataupun Pulsa, melainkan Port untuk charger.

Di beberapa artikel blog penulis menemukan bahwasanya Port smartfren andromax sering mendapatkan masalah, ada yang longgar, putus atau rusak. Hal ini juga dirasakan oleh penulis yang hari ini pada tanggal 11 September 2017, Smartphone andromax seri A milik penulis resmi di servis, untung masih ada garansi.

Bahkan ketika kita googling di Internet, kita akan menemukan ribuan atau puluhan tutorial cara mengganjal port smartfren andromax yang longgar, ada masalah apa sebenarnya.

Adapun ciri-ciri smartphone andromax milik penulis yang longgar itu adalah :

  1. Ketika kita charging arus input terkadang naik, tetap atau bahkan turun.
  2. Penulis sempat berfikir bahwa yang rusak adalah baterai, namun ketika penulis melakukan cek dengan charging kodok, ternyata baterai masih sehat walafiat. Bahkan sempat menembus 50 persen ketika di charge dengan Charging LED
  3. Meminjam istilah bahasa Pontianak, port milik Smartfren bisa dikatakan sangsot. Dimana ketika kita mencolokkan kabel ke port terkadang tak ada satu pun arus yang masuk

Mengenai hal ini, smartfren juga sudah mengatakan lewat akun facebook milik mereka bahwasanya pergunakan charging yang asli bukan yang abal-abal.

Jika yang dikeluhkan adalah sinyal yang lemah, penulis bisa memahami dan memaklumi sebab Smartfren belum memperluas jaringan sinyalnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + seventeen =