Pria itu bernama Nuraji

Nuraji

Sekitar beberapa tahun sebelumnya aku memang terlibat
didalam dunia persulapan dan magic, sejumlah komunitas magic di Pontianak
pernah kumasuki dan terlibat langsung didalamnya. Lantas mengapa saat ini aku
meninggalkan dunia Sulap dan Magic ?

Jawabannya adalah kecemburuan yang terjadi di dunia hiburan
tersebut dan dari  kecemburuan yang luar
biasa itu, muncullah perkotak-kotakan antar sesama magician.  Padahal salah satu falsafah dalam hidupku adalah
aku tak ingin mencari musuh. 

Sebelumnya izinkan aku memperkenalkan apa definisi dari
sulap tersebut ?  Secara harfiah sulap
memiliki singkatan Sungguh Gelap dan secara istilah Sulap berarti seni pertunjukkan yang diminati Masyarakat di
dunia, Sulap juga merupakan salah satu hiburan yang berusia lama, hal ini di terletak
kepada penyajiannya, dimana tujuan sulap sendiri dapat membuat para penonton
merasa heran akan rahasia di baliknya.  

Sulap adalah gabungan
seni yang terdiri dari berbagai jenis seni yang ada yaitu seni tari, musik,
seni rupa dan mengandung berbagai macam ilmu sains yaitu  Fisika, Matematika, Kimia, Psikologi, Biologi
dan lain sebagainya

Tujuan dari sulap
sendiri adalah memberikan apresiasi selain itu setiap pesulap harus mampu
memperdaya para penonton, sebab sulap merupakan permainan tangan, manipulasi
pikiran dimana

Salah satu aksi Nuraji di Keajaiban Merah Putih

kesemua itu sudah dilatih selama bertahun-tahun dengan kata lain
sulap adalah sebuah seni yang dapat di pelajari oleh siapapun.

Setiap pesulap memiliki etika sulap dimana didalam
etika tersebut adalah dilarang membocorkan rahasia sulap dan juga dilarang iri
serta dengki maupun sombong, Sesama pesulap harus mendukung satu sama lain.
Namun hal seperti inilah yang kurang diperhatikan oleh beberapa pesulap di tanah
air bahkan juga dunia. Lain halnya dengan apa yang dilakukan oleh Val
Valentino, dimana maksud dari Val sendiri adalah adanya sebuah inovasi terbaru
didalam dunia sulap.

Kali ini aku tidak akan membicarakan secara lengkap
tentang sulap, sebab yang akan kubicarakan saat ini adalah seorang pesulap
senior di Pontianak. Beliau juga merupakan panutan oleh seluruh pesulap yang
ada di Kalimantan Barat.

Nama beliau adalah Nuraji, sekilas jika kita melihat
dari penampilan fisiknya maka kita akan menilai bahwasanya usianya adalah enam
puluh tahun atau mungkin tujuh puluh tahun lebih.  Namun siapa sangka jika usianya saat ini
masih di sekitar empat puluhan tahun.

Profesi beliau adalah seorang tukang, bahkan rumah beliau juga tak seperti rumah modern seperti umumnya, aku pernah kesana, tepatnya di Jalan Tanjungsari Pontianak. Rumah beliau bisa dikatakan terbuat dari kayu biasa atau rumah kayu dan terbilang miskin.  Sangat kontras dengan pembangunan yang berada di Achmad Yani, meski letaknya tak begitu jauh. 

Meski demikian,
siapa sangka jika dibalik profesi tersebut, beliau merupakan salah seorang
pesulap paling mahir di Pontianak. Ketika Nuraji bermain koin misalnya, gerakan
tangannya sangat halus, sehingga kita tidak sadar bahwasanya kita telah
terpedaya olehnya.

Aksi Nuraji didalam menelan pedang
Ini semua trik

Beliau telah lama bermain sulap, yaitu sekitar tahun
1980-an. Beliau juga banyak membantu pesulap yang ada di Pontianak agar dunia
sulap di Pontianak berkembang. Namun apa yang terjadi dengan beliau adalah
banyak pesulap di Pontianak kurang respek terhadap beliau. Hal ini membuat Nuraji
merasa sedih.

Selain itu, banyak terjadi diantara sesama magician saling
menjatuhkan satu sama lain. Satu moment yang kuingat adalah saat kompetisi Duel
Mahakarya Magician 2015 yang menghadirkan Russel Rich dan Indra Frenos, dimana
saat itu posisi Nuraji adalah ketua panitia.

Beliau menyampaikan pidato kepada pejabat yang
datang saat itu dengan menangis, padahal kutahu bahwa Nuraji adalah orang yang
sering membuat tertawa, kali itulah aku melihatnya menangis, dia curahkan
seluruh isi curhat tentang Magician di Pontianak dengan jujur. Dia telah
mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk kemajuan sulap di Pontianak, namun apa
yang terjadi ?   

Inilah yang menjadi motivasiku untuk menulis
sekelumit kisah nyata tentang Nuraji, kuharap hal

Penghargaan kepada Nuraji selaku pesulap senior di Pontianak.

tersebut tidak terjadi di
Komunitas Blogger Pontianak, kita adalah satu, apapun jenis blog kita. Ingat
kita harus saling mendukung.

visit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × five =