Sebuah Mall membuka tempat penampungan bagi anjing Terlantar

Dinginnya cuaca di Eropa membuka mata hati sebuah Mall yang
berada di Turki. Setelah musim salju yang menghantam negeri Edrogan tersebut
Atrium Mall yng berada di Istanbul membuka pintu untuk tempat tinggal
anjing-anjing yang terlantar, sehingga mereka dapat menghabiskan waktu di
tempat tersebut

 Para pecinta hewan
turut memberikan selimut hangat untuk setiap anjing yang malang di mall
tersebut. Mereka juga memberikan makanan untuk Anjing sehingga para anjing
tersebut tidak dapat tidur dalam perut kosong

“Yang dapat kami lakukan adalah, jika kami dapat menolong
semampu kami, seluruh hewan akan tidur dalam posisi terbaiknya daripada tidur
dijalanan, dengan begitu kita sebagai manusia dapat menyelamatkan mereka” ujar
salah seorang relawan.

Hewan adalah salah satu mahluk yang selalu ada di sekeliling
kita tapi jarang mendapatkan perlakukan yang layak.  Islam mengajarkan kita untuk turut berbuat
baik dengan siapa saja termasuk dengan hewan

Islam sebagai ajaran yang menekanan kepada pemeluknya untuk
menyayangi binatang sebenarnya sudah tercermin dalam pembahasan dasar masalah
fiqih  Saat itu, seorang laki-laki dari
kalangan Bani Israil tengah berjalan di bawah terik matahari dengan rasa rasa
haus yang amat sangat. Ketika ia melihat ada sebuah sumur, maka ia segera
menghampiri dan mengambil airnya untuk diminum. Namun, saat laki-laki itu
hendak meninggalkan tempat itu, ia melihat seekor anjing yang sedang kehausan,
menjilat-jilat pasir. Dalam hatinya, laki-laki ini mengatakan,”Anjing ini
menderita kehausan sebagaimana aku baru saja merasakannya.”

Akhirnya, ia
kembali turun ke sumur dan memenuhi khuf (sepatu kulit) milikinya dengan air,
untuk diberikan kepada hewan malang itu.

 Rasulullah
Shallallahu Alahi Wasallam setalah membawakan kisah ini bersabda,”Maka Allah
memberi pujian untuknya dan mengampuninya.”

Setelah mendengar kisah tersebut, para sahabat
bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah benar-benar kami memperoleh pahala karena
binatang?” Rasulullah pun menjawab,”Di setiap hati yang lembab ada shadaqah.”

Hati lembab, adalah perumpamaan terhadap makhluk hidup,
karena mereka yang mati, hati dan badannya mengering. Sebab itulah, Imam An
Nawawi menyimpulkan dari kisah di atas bahwa berbuat baik kepada hewan hidup,
baik memberi minum atau lainnya merupakan bentuk shadaqah. (Syarah Shahih
Muslim, 7/503)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − 3 =