Pelajaran dari bersatunya Umat Islam 2016

Aksi Damai 2/12
Aksi Damai 2/12

Tahun 2016 adalah tahun dimana umat Islam di Indonesia menghadapi sebuah cobaan dan fitnah yang sangat berat, yaitu tatkala Ahok yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta memfitnah bahwa umat Islam telah dibohongi oleh QS. Al-Maidah ayat 51.

Hal itu tentu sangat membuat jutaan umat Islam di Indonesia terpukul termasuk juga penulis, hal ini dikarenakan penulis adalah seorang muslim. Namun apa yang terjadi ketika fitnah itu terjadi, jutaan umat Islam di seluruh Indonesia bersatu dan berkumpul agar Ahok diadili

Rasulullah SAW bersabda “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar).

Artinya seorang Muslim jika keimanan dan akidahnya diganggu mereka akan menyerang seperti lebah, beberapa bukti foto menyebutkan bahwa saat aksi damai 02 Desember serta 04 November 2016 tak satu pun taman yang dirusak oleh umat Islam.

Umat Islam adalah Lebah sebab Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan,

Aksi Damai 2012
Aksi damai umat Islam

“Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di

Lebah tidak pernah memulaikan serangan. Mereka akan menyerang hanya jika mereka merasa terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Seorang muslim selalu digambarkan dengan orang yang rendah hati, mereka tidak akan marah dan terusik apabila orang menghina kepentingan pribadinya, Namun mereka akan terusik jika sudah aqidah dan agama yang dipermainkan.
pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Didalam salah satu riwayat Rasulullah pernah memberi makan seorang wanita Yahudi buta. yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya” . Namun, setiap pagi Nabi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahawa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,”Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”. * Aisyah RA menjawab, “Wahai ayahku, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana “, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil mengherdik, “Siapakah kamu ?”. Abubakar RA menjawab,

“Aku orang yang biasa.”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku” , bantah si pengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”,

Pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, lalu ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,

“Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,

“Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu dia menjadi muslim.

Rasulullah Muhammad SAW memang pernah marah, namun kemarahan Nabi itu memang disebabkan oleh beberapa hal. Namun dapat dipastikan, kesemuanya bermuara pada satu sebab, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan agama dan bukan kepentingan pribadinya.

Memang Ahok kemudian membuat demo tandingan namun jumlah peserta demo tandingan yang dibuat oleh Ahok itu tidak seberapa ramainya daripada aksi damai umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − five =