Konspirasi Freemason : Kematian John F Kennedy

images?q=tbn:ANd9GcTvcSywK862L UDCzYz7CepeAxny fjcyET3I 4UTi0aMj5c  5GcYaVU09 - Konspirasi Freemason : Kematian John F KennedySiapa John F Kennedy ?
Berdasarkan Wikipedia John Fitzgerald Kennedy (lahir di
Brookline, Massachusetts, A.S., 29 Mei 1917 – meninggal di Dallas, Texas, A.S.,
22 November 1963 pada umur 46 tahun), dikenal dengan panggilan “Jack”
atau inisial JFK, adalah Presiden Amerika Serikat ke-35 yang menjabat sejak
Januari 1961.
Setelah menjalani dinas militer sebagai komandan Kapal
Torpedo Motor PT-109 dan PT-59 saat Perang Dunia II di Pasifik Selatan, Kennedy
menjadi perwakilan distrik kongres ke-11 Massachusetts di Dewan Perwakilan
Rakyat Amerika Serikat sejak 1947 sampai 1953 dari Partai Demokrat. Setelah
itu, ia menjabat di Senat Amerika Serikat sejak 1953 sampai 1960. Kennedy
mengalahkan Wakil Presiden dan kandidat Republik Richard Nixon dalam pemilu
presiden A.S. 1960. Pada usia 43 tahun, ia menjadi presiden termuda yang pernah
menjabat.
Pada tanggal 22 November 1963, John F Kennedy tewas terbunuh
oleh sebuah peluru yang menghunjam nyawanya, banyak yang berpendapat bahwa John
tewas akibat persengkongkolan Freemason benarkah demikian ?
Dari berbagai teori konsiprasi yang muncul, sebagian besar
mengarahkan pandangannya kepada CIA, KGB, mafia Amerika, direktur FBI J. Edgar
Hoover, Richard Nixon yang pada saat itu sebagai mantan wakil presiden, Lyndon
Johnson yang pada saat itu sebagai wakil presiden, Fidel Castro, kelompok anti
Fidel Castro, dan masih banyak lagi teori-teori konspirasi seputar pembunuhan
John F. Kennedy mengenai siapa sebenarnya otak dibalik pembunuhan dari presiden
paman Sam yang terpilih pada tahun 1960 itu.
Terdapat beberapa kejadian yang ganjil saat kematiannya Pada
musim gugur tahun 1963, sebenarnya terjadi suatu perdebatan di Gedung Putih
mengenai rencana presiden ke Amerika. Dalam 6 bulan terakhir ancaman terhadap
keselamatan presiden meningkat drastis, semuanya berasal dari para mafia,
musuh-musuh CIA, kelompok anti Fidel Castro, kelompok fanatik dari partai
Republik maupun gerakan fasisme daerah selatan.
Pada saat itu memang Texas dan Dallas adalah benteng yang
paling tepat untuk dimintai dukungan jika ingin mengalahkan partai republik
pada pemilu 1964 nanti. Sayangnya, karena ulah dari Kennedy yang mendepak
Lyndon Johnson (padahal tim suksesnya sendiri) menimbulkan kekecewaan dari
masyarakat Texas dan Dallas, sehingga mereka mulai mengalihkan pandangannya
kepada partai Republik.
Pandangan seperti ini rupanya yang tidak ingin dihadapi oleh
Kennedy. Ia kemudian memilih untuk meredam kritik masyarakat dengan
merencanakan perjalanan dua hari ke Texas untuk mengunjugi San Antonio.
Perjalanan ini tentu sangat beresiko perwakilan Kennedy untuk PBB baru saja
dikasari massa di  Texas sendiri, namun
inilah cara sang presiden untuk tetap mengamankan benteng demi pemilu 1964
nanti yang tinggal beberapa bulan lagi.
Presiden John F. Kennedy akhirnya terbunuh dengan tembakan
di leher di Dallas ketika ia sedang dalam iring-iringan kepresidenan dengan
mobil yang terbuka pada tanggal 22 November 1963. Saat itu, Gubernur Texas,
John Connally juga terluka. Hanya dalam waktu dua jam kemudian, Lee Harvey
Oswald ditangkap karena kasus pembunuhan seorang polisi Dallas, dan malam itu
juga ia didakwa atas tuduhan pembunuhan dalam kematian seorang perwira polisi,
J.D Tippit. Pada keesokan harinya di pagi hari, Oswald tiba-tiba sudah didakwa
dengan tuduhan membunuh Presiden. Pada 24 November 1963 kemudian, ketika sedang
dalam perjalanan untuk memindahkan Oswald dari Kepolisian Dallas ke penjara
county, Oswald ditembak oleh Jack Ruby, seorang pemilik club malam dan tewas
seketika.
Pada tahun 1964 kemudian, Warren Commission menyimpulkan
bahwa tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa Oswald terlibat dalam suatu
konspirasi tingkat tinggi untuk membunuh Presiden, dan sejak saat itu,
kantor-kantor berita resmi mengumumkan bahwa sang pembunuh itu hanya bertindak
sendirian. Meskipun bayang-bayang keanehan dalam penyelidikan pembunuhan
tersebut pada awalnya mulai tenggelam perlahan-lahan lewat pernyataan resmi
dari Warren Commission, namun pada tahun 1966, masyarakat Amerika dikejutkan
dengan sebuah buku dari Mark Lane yang berjudul Rush to Judgement yang secara
terbuka membantah pernyataan dari Warren Commission.
Pada tahun 1979 kemudian, the House Select Committee on
Assassinations (HSCA) menyatakan sepakan dengan pernyataan resmi dari Warren
Commission yang mengatakan bahwa Oswald sang pembunuh telah bertindak sendirian
dalam membunuh John F. Kennedy dan tidak terlibat sama sekali dengan satu
konspirasi tingkat tinggi. Yang aneh dari pernyataan resmi HSCPA ini adalah,
mereka juga menyatakan bahwa, “Warren Commission telah gagal untuk menyelidiki
kemungkinan konspirasi tingkat tinggi dibalik pembunuhan presiden”.
Jajak pendapat sendiri sejak 1966 telah secara konsisten
mencerminkan kepercayaan publik bahwa Kennedy dibunuh sebagai hasil dari
konspirasi. Ini juga tercermin dari hasil jajak pendapat dari ABC poll yang
memiliki hasil bahwa, “7 dari 10 masyarakat Amerika menganggap bahwa pembunuhan
John F. Kennedy adalah hasil dari suatu konspirasi tingkat tinggi dan bukan
pembunuhan tunggal seperti yang selama ini disampaikan pihak berita resmi.”
Masyarakat Amerika juga sepakat bahwa benar ada penembak kedua dalam pembunuhan
Kennedy tersebut.
Lebih Dari Satu Penembak
Dalam penyelidikannya, Komisi Warren menemukan satu buah
butir peluru yang tidak masuk akal untuk dijelaskan. Menurut penyelidikan dari
FBI, senjata yang digunakan Oswald seharusnya hanya bisa menembak tiga kali
dalam waktu lima sampai delapan detik. Menurut saksi mata yang sempat dimintai
keterangan oleh Komisi Warren, mengatakan bahwa hanya tiga peluru yang
ditembakkan ke arah mobil yang ditumpangi Kenneddy saat itu. Satu dari tiga
peluru itu, tidak mengenai mobil sama sekali atau dengan kata lain meleset
total, yang satu lainnya mengenai sang presiden dan berakibat fatal, kemudian
yang ketiga berhasil melukai Gubernur John Connally. Serpihan peluru yang
diambil dari bekas luka Connally kemudian akhirnya dinamakan “peluru ajaib”
karena memiliki keanehan dengan peluru lainnya.

Serpihan peluru yang
diambil dari bekas luka Connally kemudian akhirnya dinamakan “peluru ajaib”
karena memiliki keanehan dengan peluru lainnya.

Teori yang lemah

Fidel Castro dan Kuba

Teori lain yang populer adalah mengenai keterlibatan kalangan sayap kanan dan anti-Castro. Fidel Castro dikatakan telah berada dibalik kematian dari Kennedy. Dalam teori ini dikatakan bahwa Castro telah merekrut balik Oswald yang sebelumnya dikirim Kennedy untuk membunuh Fidel Castro. Jika teori ini benar, maka masuk akal jika Komisi Warren menutup-nutupi fakta ini dari publik untuk mengalihkan pandangan dunia jika presiden Amerika berhasil dibunuh komunis.
Teori ini juga memiliki kekuatan sendiri. Fidel Castro mempunyai motif untuk menghabisi Castro; CIA telah beberapa kali mengirimkan mafia untuk menghabisi sang diktator meskipun selalu berujung dengan kegagalan dari para mafia. Dalam suatu kesempatan, Fidel Castro pernah mengeluarkan pernyataan bahwa apa yang dilakukan oleh Kennedy dapat menjadi bumerang balik bagi Kennedy sendiri.
Sayangnya teori ini juga memiliki kelemahan. Dalam suatu wawancara dengan NBC pada tahun 1991, Kuba menyatakan bahwa Kuba telah mempererat hubungannya dengan Amerika sejak Krisis Rudal yang berarti dalam masa pemerintahan Kennedy, kedua negara mungkin telah menjalin hubungan lateral yang baik. Menurut saya memang kelemahan teori ini cukup kuat jika ditinjau dari tindakan Kennedy ketika kelonpok anti-Castro meminta bantuan kepadanya saat mereka terdesak dipantai sebelum menjadi tawanan Castro.

Mafia

HSCA sempat mengeluarkan teori jika adanya kemungkinan bahwa tindakan Oswald telah diprovokasi oleh seorang bos mafia, Carlos Marcelllo. Marcello jelas memiliki cukup motif. Meskipun Mafia telah secara terang-terangan membantu Kennedy untuk terpilih dalam pemilu 1960, namun tindakan dari Kennedy yang mendirikan Departemen Kehakiman khusus untuk memberangus Mafia dapat menjadi dorongan dari Marcello. Bagaimanapun teori ini juga memiliki kelemahan karena kurangnya bukti yang dapat menjelaskan keterlibatan Oswald dengan para mafia ini.

Freemason
Satu kesimpulan yang pasti bahwa Kennedy tewas akibat suatu
Pidato, Dimana Pada pidato tersebut JFK membicarakan “masyarakat rahasia” dan
pernyataan terhadap “New World Order”.
JFK sebenarnya berbicara tentang kejadian terkini dari
perang dingin dan bagaimana musuh non tradisional yang mendapatkan informasi
tentang bagaimana AS memerangi perang ini. Dalam pidato ini JFK sebenarnya
menunjukkan “kebutuhan jauh lebih besar” untuk mengetahui “perkumpulan rahasia”
yang mengendalikan pemerintahan dunia… serta “kebutuhan untuk informasi publik
yang jauh lebih besar” untuk mengungkap mereka

Berikut pidato yang membuat dia meninggal dunia

Saksi-Saksi Yang Tiba-Tiba Meninggal
Hingga tahun 1970, penyelidikan telah banyak mengalami
kendala akibat dari banyaknya para saksi yang tiba-tiba meninggal secara
misterius. Berikut adalah kisah-kisah aneh daripada para saksi yang tiba-tiba
meninggal tanpa alasan yang jelas:
Gary Underhill, seorang agen CIA yang tiba-tiba ditemukan
tewas dengan tembakan di kepala. Sebelumnya Underhill sempat mengaku bahwa CIA
telah terlibat dalam pembunuhan Kennedy. Kasusnya kemudian dianggap sebagai
bunuh diri.
Guy Banister, seorang mantan agen FBI tiba-tiba tewas dan
dikatakan oleh pihak berita resmi bahwa Banister telah meninggal karena
serangan jantung. Anehnya, dokumen yang berisi informasi mengenai gerakan
anti-Fidel Castro telah menghilang dari kantornya.
Mary Meyer, seorang pembantu pribadi dari Kennedy selama di
gedung putih dibunuh pada Oktober 1964 di sebuah taman di Wahington. Buku
hariannya kemudian menghilang tanpa jejak.
Rose Cheramie, seorang pelacur di sebuah club malam milik
Jack Ruby (yang membunuh Oswald) meninggal dalam suatu kecelakaan tabrak-lari.
Dua hari sebelum kematiannya, ia bercerita kepada polisi bahwa ia mendengar dua
orang pria latin telah berencana untuk membunuh presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *