Sosialiasi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Media Massa

Sebelum kita membahas artikel mengenai Sosialiasi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Media Massa, maka penulis akan mengajak kepada para pembaca untuk mengetahui apa definisi dari sebuah Bahasa.

Secara harfiah, Bahasa merupakan sarana bagi setiap insan makhluk hidup untuk dapat berinteraksi sosial dengan makhluk hidup lainnya baik yang sejenis maupun tidak sejenis.

Maksud dari sejenis maupun tidak sejenis disini adalah interaksi percakapan baik lisan maupun tulisan antara makhluk yang memiliki identitas yang sama bukan manusia dengan hewan, sebagai contoh interaksi percakapan antara manusia di Indonesia dengan manusia di Negara lain.

Sedangkan menurut para ahli Bahasa memiliki makna sebagai berikut :

  1. Bahasa, adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. (Wibowo 2001)
  2. Sedangkan menurut Keraf Smarapradhipa terdapat dua definisi mengenai Bahasa diantaranya adalah :
  • Pertama, bahasa merupakan alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
  • Kedua, bahasa merupakan sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
  1. Bahasa adalahsuatusistembunyi yang jikadigabungkanmenurutaturantertentumenimbulkanartiyang dapatditangkapolehsemua orang yang berbicaradalambahasaitu. Pendapat ini di kemukakan oleh seorang ahli bahasa asal Amerika Serikat WILLIAM A. HAVILAND

Sebagai Bangsa Indonesia, maka kita juga memiliki Bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.  Bahasa Indonesia sendiri  memiliki latar belakang dari Bahasa Melayu

Berdasarkan garis sejarah, Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945,  saat itu pula konstitusi baru di Negara Indonesia mulai berlaku. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.

Bahasa Melayu Dasar yang dipakai sebagai Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau ) dari abad ke-19.

Ada empat alasan mengapa Bahasa Melayu diangkat sebagai Bahasa Indonesia diantaranya adalah :

  1. Bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungandan bahasa perdangangan.
  2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dielajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
  1. Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
  1. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.

Dalam perkembangannya Bahasa Indonesia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20.

Sayangnya, dewasa ini bahasa Indonesia menduduki sebagai peringkat bahasa kedua di tempat  asalnya. Ini adalah fakta yang nyata terjadi.

Orang mungkin akan bertanya, Jika bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang mendominasi maka bahasa apa yang selama ini menjadi primadona di Indonesia ?

Jawabannya tersebar luas di sekitar kita. Bahasa daerah, bahasa gaul, bahasa campur-campur, itulah yang mendominasi setiap percakapan-percakapan dimana pun dan kapan pun. Jika di Desa orang lebih menyukai berbicara dengan bahasa Daerah bahkan untuk di lingkungan kantor pemerintahan maupun di pengajaran sekalipun.

Sedangkan di daerah perkotaan, orang lebih suka menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia.

Namun pengucapan dan penulisan terkadang terasa rancu, ibaratkan mengucapkan kata Snack dengan Snake.

Menurut penelitian fonologi dan tata bahasa Indonesia yang pernah dilakukan oleh organisasi-organisasi kebahasaan dan kebudayaan, maka bahasa ini dianggap relatif mudah.

Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi awal dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu saja.

Kita akan menjadi malu bila misalnya bertemu dengan orang Australia yang fasih berbahasa Indonesia, sedangkan kita sebagai tuan rumah hanya sanggup melayaninya dengan kecakapan kita menggunakan bahasa daerah.

Kegalauan itu dicoba diangkat oleh Balai Bahasa Pontianak dengan mengadakan seminar yang bertajukan Sosialiasi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Media Massa. Acara ini diadakan di Aula Balai Bahasa pada tanggal 24 Februari 2018.

Turut hadir pada pertemuan kali ini adalah moderator dari Balai Bahasa beserta Bang Deddy dari Pustaka Aloy

Acara Sosialiasi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Media Massa memiliki misi kepada Media Massa di Indonesia untuk tetap menggunakan Bahasa Indonesia didalam penulisan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama pula, Balai Bahasa meluncurkan sebuah Aplikasi tentang Kamus Besar Bahasa Indonesia. Aplikasi ini bernama KBBI Daring.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =