Seorang anak mengosongkan celengannya untuk ibunya yang dirampok

Dawn Pritchard mengalami hari yang mengerikan di hari Minggu
Pagi, tatkala dia menemukan seseorang telah mencuri sejumlah uang dari rekening
miliknya dan mengeringkan tanpa tersisa sedikit pun. Usia anaknya saat ini
tidak ingin dia merasa panik

Dawn menerima email yang mengatakan bahwa seseorang telah
mengambil sebesar $330 dari rekeningnya. Dimana dana tersebut digunakan untuk pencurian
yang dilakukan di Sykesville, Maryland. Dawn terkejut karena menerima uang yang
bernilai sama alias uang senilai itulah yang dimiliki di Rekeningnya

Namun saat dia hendak menelepon ke Bank tempatnya menyimpan
uang, putranya Warren memberinya amplop yang bertulisan “Untuk Ibu : Dari Warren”
dimana didalam amplop tersebut terdapat uang sebesar dua dollar, sungguh
beruntung memiliki anak seperti Warren.

 “Aku sempat kecewa
dan frustasi” ujar Dawn kepada Good News Network “Rekeningku benar-benar
kosong, tapi saat aku membuka amplop tersebut aku merasa bahagia, meski uang
yang diberikan tidak sesuai dengan rekeningku hanya dua dollar, hal itu cukup
membuatku senang terutama hasil dari pemberian anak kesayanganku, aku bangga
kepadanya”

Uang tersebut dibelikan untuk Sandwich sebagai makan malam
mereka kabar baiknya pihak Bank akan mengembalikan dananya minggu ini.

Ternyata bukan hanay di Indonesia dimana pembobolan nomor
rekening dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab, namun juga di
Amerika. Dalam dunia kriminal hal ini dikenal dengan nama Phising

Phishing atau pencurian data merupakan ancaman kejahatan
yang sangat lazim saat ini. Prosedurnya adalah dengan mencuri data penting
milik orang lain.

Data penting tersebut, mulai dari data pribadi yang bisa dari
nama lengkap, alamat tempat tinggal, alamat surat elektronik, nomor telepon
atau nomor handphone, serta data-data pribadi lainnya. Masih ada data terkait
yang bisa dicuri berupa data bank atau nomor rekening, data ATM (nomor kartu
dan nomor PIN), serta data kartu kredit mulai dari nomor kartu, PIN, jenis
kartu, dan lain-lain. Dari mana pelaku mendapatkan data penting kita? Di zaman
serba canggih ini, kita justru rawan dengan tindakan phishing karena kita tidak
pernah jauh dari koneksi internet di mana pun kita berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =