Semoga Tuhan merahmati Zombie ? Nanti dulu baca dulu artikel ini

Jujur sama seperti yang lainnya saat aku membaca artikel
ini, aku merasa kaget, artikel ini kutemukan disebuah blog, vivalog yang
merupakan Bookmark dari beberapa artikel – artikel blog yang ada di Indonesia.
Lalu Bagaimana kisahnya

 Sebagian besar dari
masyarakat pada umumnya pasti mengenal nama hantu atau lelembut beserta
karakter menakutkan yang dimiliki hantu tersebut.

Terdapat sekitar 50 nama hantu yang ada di pulau jawa, dan
ratusan hantu lainnya yang ada di seluruh Indonesia seperti Palasik, Puake dan
sebagainya. Sudah tentu penamaan hantu – hantu tersebut dilakukan oleh orang –
orang tua dahulu yang disesuaikan dengan gambaran menakutkan yang sesuai, di
dalam Islam Jin bisa saja menyerupai apapun yang mereka kehendaki, sebaik-baik
Jin adalah seburuk-buruk Manusia


 Pertanyaanya adalah apakah Zombie Itu Benar –
Benar Ada ?

 Dalam film – film Hollywood
yang sering kita lihat,  sosok zombie ini
diibaratkan seperti mayat hidup yang mengerikan dan suka memakan manusia,
terutama otak, bukan hanya di Film namun Zombie juga sering terdapat di Games
pada dasarnya mereka hidup tapi tak punya akal pikiran, gerakanya lambat dan
juga membabi buta, meski di beberapa film dan games terbaru Zombie digambarkan
mampu bergerak cepat.

 Konon katanya sudah
banyak para peneliti yang melacak kebenaran dari zombie tersebut apakah ia nyata
atau hanya sebuah dongeng.

Kesimpulannya penelitian tersebut mengerucut pada suku Haiti
yang berada di Amerika tengah . Mereka terkenal dengan praktek supranaturalnya.
Para penganut voodoo di Haiti diduga sebagai dalangnya. Vodoo atau ilmu vodoo
adalah ilmu yang sejenis dengan santet (indonesia) yang dapat melukai seseorang
dari jarak jauh, tentu saja hal tersebut adalah sihir dengan menggunakan
bantuan dari jin, dan hukumnya tentu saja Musyrik. Voodoo yang dikenal banyak
orang di kawasan barat ini berbeda jauh dengan voodoo dari suku Haiti.

Jika voodoo pada biasanya digunakan untuk melukai tapi
voodoo suku haiti dapat membuat orang menjadi gila serta hilang akalnya. Sosok
zombi yang terkenal itu konon memang ada , hanya saja dia bukan mayat hidup
yang berjalan sempoyongan.

Mereka masih hidup dan bernyawa tapi tak mempunyai hasrat,
hilang akalnya serta dapat dikendalikan menjadi seperti budak. Mereka hanya
mendengar dan berbicara dengan kata – kata sederhana dan bergerak sesuai yang
diperintahkan serta nafsu mereka hanya nafsu makan , minum , dan buang air .

 Peneliti lulusan
Harvard University , Dr. Edmure Wade Davis , akhirnya datang ke Haiti untuk
membuktikan penjualan zombie itu benar – benar ada atau tidak .

Alhasil, dia menulis sebuah buku yang berjudul ” The
Serpent And The Rainbow ” yang isinya tentang zombie mulai dari praktek
jual beli zombie dan bagaimana zombie dibuat. Pada intinya zombie ini
dihilangkan akalnya dengan ramuan dari kodok bufo – bufo, ikan puffer dan rumput
datura. Ramuan tersebut dioleskan kepada kulit tubuh korbannya, serta juga
menambahkannya pada makanan sehati – harinya . Efeknya detak jantung dan nafas
melemah akibatnya oksigen yang masuk ke otak berkurang dan proses kerusakan
otak pun terjadi .Nah jadilah kemudian sosok yang biasa disebut zombie .

Mengapa Bisa Dinamakan Zombie ?


 Kenapa bisa disebut
zombie ? Sebenarnya nama Zombie berasal dari Pahlawan Brazil, Begini ceritanya
pada abad ke XVI , sekitar tahun 1550 masehi islam mulai masuk ke brazil . Pada
waktu itu , orang – orang portugis memasukan budak budak afrika ke Brazil untuk
bekerja di kebun tebu . Sedang budak budak tersebut mayoritas beragama islam .

 Tahun berganti tahun
semakin banyak jumlah umat muslim di Brazil , bahkan sampai – sampai banyak
penduduk asli yang menjadi mualaf . Posisi umat muslim semakin kuat dan tak
hanya sebagai pekerja kebun tebu . Keadaan tersebut membuat pasukan salibis
geram , mereka berusaha menghancurkan islam sampai ke akar – akarnya . Dan
mereka menganggap tindakkan mereka telah berhasil melenyapkan umat islam di
brazil .

 Disaat saat seperti
itu , sekitar tahun 1643 muncul seorang pahlawan islam yang dengan gagah berani
mendeklarasikan berdirinya negara islam di brazil setelah sebelumnya berdakwah
ke berbagai penjuru brazil dan mengajak para tokoh pimpinan untuk memeluk islam
. Nama Pahlawan tersebut adalah Zombie .

 Salibis yang berfikir
bahwa islam telah mati sontak saja terkejut dengan hadirnya zombie . Akhirnya
zombie menjadi target untuk dilenyapkan. Dan ternyata zombie tidak hanya
dimusuhi di masa dulu saja tapi di era modern seperti sekarang ini namanya juga
.

 Sayangnya berita yang
dimuat di blog tersebut adalah Hoax belaka, hoax yang dibuat-buat, Hoax yang
sudah menyebar bak cendawan di musim jamur, Referensi yang paling tepat
mengenai Zombie di Brasil tersebut adalah Zumbi dos Palmares. Bisa di cek disini.
Zumbi dos Palmares adalah pemimpin Palmares, suatu daerah yang dibentuk oleh
para budak pelarian yang melarikan diri dari para pemilik budak.

Sayangnya berita yang
dimuat di blog tersebut adalah Hoax belaka, hoax yang dibuat-buat, Hoax yang
sudah menyebar bak cendawan di musim jamur, Referensi yang paling tepat
mengenai Zombie di Brasil tersebut adalah Zumbi dos Palmares adalah pemimpin Palmares, suatu daerah yang dibentuk oleh
para budak pelarian yang melarikan diri dari para pemilik budak. 

Hingga detik ini tidak temukan data yang jelas-jelas
menyebutkan bahwa Palmares adalah Negara Islam atau Kelompok Islam. Alasan
utama pembentukan Palmares bukan agama, namun perjuangan mencapai kemerdekaan
dan perlawanan sosial antar kelas, yaitu kaum termarginal melawan kolonial
Portugis yang didukung para pemilik budak yang kebetulan memang beragama
Kristen. Jadi penggunaan kata “Salibis” disini terlalu tendensius.

Bahkan belum ada bukti bahwa Zumbie dos Palmares adalah
seorang Muslim

Hingga detik ini tidak temukan data yang jelas-jelas
menyebutkan bahwa Palmares adalah Negara Islam atau Kelompok Islam. Alasan
utama pembentukan Palmares bukan agama, namun perjuangan mencapai kemerdekaan
dan perlawanan sosial antar kelas, yaitu kaum termarginal melawan kolonial
Portugis yang didukung para pemilik budak yang kebetulan memang beragama
Kristen. Jadi penggunaan kata “Salibis” disini terlalu tendensius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + three =