PRESS CONFERENCE PERAYAAN HUT KOTA PONTIANAK 247 TAHUN 2018 DI ALE-ALE RESTORAN

PRESS CONFERENCE PERAYAAN HUT KOTA PONTIANAK 247 TAHUN 2018 DI ALE-ALE
RESTORAN – Sebelum memulai artikel kali ini, maka Setioko akan
menjelaskan kapan berdirinya Kota Pontianak. Kota Pontianak adalah
ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini juga dikenal
sebagai Kota Khatulistiwa.
Mengapa disebut sebagai Kota Khatulistiwa ? hal ini disebabkan karena
bagian utara Kota Pontianak atau lebih tepatnya daerah Siantan dilalui
garis lintang khatulistiwa. Bahkan di daerah ini pula terdapat Tugu
Khatulistiwa sebagai tonggak garis ekuator yang dibangun pada tahun
1928 oleh ahli geografi Belanda.
Selain itu pula Kota Pontianak juga dilalui aliran sungai terpanjang
di Indonesia yakni Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Setiap dua tahun
sekali, terdapat fenomena unik dimana matahari tepat berada di atas
kepala sehingga Tugu Khatulistiwa dan benda disekelilingnya tak
memiliki bayangan, fenomena ini terjadi pada tanggal 21-23 Maret dan
21-23 September.
Hal yang paling menarik akan berdirinya kota ini adalah Pada tahun
1963 berdasarkan Keppres No. 243 Tahun 1963, Kota Pontianak dimasukkan
ke zona Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Dan hal ini diubah tepatnya pada tanggal 1 Januari 1988 berdasarkan
Keppres RI No. 41 Tahun 1987. Bersama-sama dengan Kalimantan Tengah,
Kalimantan Barat yang sebelumnya masuk zona Waktu Indonesia Tengah
(WITA) beralih menjadi zona Waktu Indonesia Barat (WIB). Sehingga pada
tahun 1988 Kota Pontianak merayakan tahun baru sebanyak dua kali yaitu
pada pukul 00.00 WITA (23.00 WIB) dan 00.00 WIB.
PRESS CONFERENCE PERAYAAN HUT KOTA PONTIANAK 247 TAHUN 2018 DI ALE-ALE
RESTORAN –

Sebenarnya banyak versi mengenai kapan berdirinya kota Pontianak
sebagai contoh bahwasanya di kota ini di huni oleh banyak hantu
Kuntilanak, yang. Dikalahkan oleh Sultan Syarief Abdurrahman, namun
versi lain menyebutkan bahwasanya pendirian kota Pontianak yang
dituliskan oleh seorang sejarawan Belanda, V.J. Verth dalam bukunya
Borneos Wester Afdeling, yang isinya sedikit berbeda dari versi cerita
yang beredar di kalangan masyarakat saat ini.
Menurutnya, Belanda mulai masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah (1773
Masehi) dari Batavia. Verth menulis bahwa Syarif Abdurrahman, putra
ulama Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie (atau dalam versi lain disebut
sebagai Al Habib Husin), meninggalkan Kerajaan Mempawah dan mulai
merantau. Di wilayah Banjarmasin, ia menikah dengan adik sultan Banjar
Sunan Nata Alam dan dilantik sebagai Pangeran. Ia berhasil dalam
perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk mempersenjatai kapal
pencalang dan perahu lancangnya, kemudian ia mulai melakukan
perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif Abdurrahman kemudian berhasil
membajak kapal Belanda di dekat Bangka, juga kapal Inggris dan
Perancis di Pelabuhan Pasir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan
kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di Sungai
Kapuas. Ia menemukan percabangan Sungai Landak dan kemudian
mengembangkan daerah itu menjadi pusat perdagangan yang makmur.
Wilayah inilah yang kini bernama Pontianak
Namun sejarah mencatat bahwasanya tanggal 23 Oktober adalah tanggal
lahirnya kota Pontianak. Hal ini ditandai dengan peringatan HUT Kota
ini yang diselenggarakan di berbagai tempat.
PRESS CONFERENCE PERAYAAN HUT KOTA PONTIANAK 247 TAHUN 2018 DI ALE-ALE
RESTORAN –

Pada tahun 2017 tempat diselenggarakan hut Kota Pontianak adalah di
Halaman PCC, Namun pada tahun 2018 perayaan akan di selenggarakan di
dua tempat yaitu di PCC dan juga di Parkiran Mega Mall A Yani
Pontianak.
Hal ini sesuai dengan PRESS CONFERENCE PERAYAAN HUT KOTA PONTIANAK 247
TAHUN 2018 DI ALE-ALE RESTORAN yang telah diselenggarakan pada hari
Jum’at tanggal 05 Oktober 2018. Dengan Tema When Aloe Meet Vera yang
terinspirasi dari film Hollywood When Harry Meet Sally.
Sejumlah even kegiatan akan turut mewarnai perayaan tersebut seperti
contoh Event IT, Serta Kuliner. Dengan harapan menarik pengunjung
untuk hadir ke kota ini. . PRESS CONFERENCE PERAYAAN HUT KOTA
PONTIANAK 247 TAHUN 2018 DI ALE-ALE RESTORAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 6 =