Disperindag Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pelatihan Kewirausahaan Cefe angkatan 31

Disperindag Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pelatihan Kewirausahaan Cefe angkatan ke 31. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Barat kembali menggelar pelatihan kewirausahaan Cefe dimana kali ini pelatihan tersebut sudah memasuki Angkatan ke 31. Sebelumnya pelatihan kewirausahaan model Cefe  di Kalimantan Barat sempat ditiadakan pada tahun 2017.

Penulis sendiri merupakan salah seorang alumni model kewirausahaan Cefe dua tahun sebelumnya yaitu 2016.

Cefe merupakan akronim dari Creation of Enterprises Formation of Entrepreneurs atau secara harfiah Cefe adalah suatu bentuk kepelatihan bisnis dimana titik berat dari kepelatihan ini sendiri adalah Ekonomi serta kewirausahaan.

Melalui situs resminya Cefe memiliki makna

It is a comprehensive set of training instruments using an action-oriented approach and experiential learning methods to develop and enhance the business management and personal competencies of a wide range of target groups, mostly in the context of income and employment generation and economic development. It represents an accumulation of instruments for entrepreneurship training combined with an active and dynamic approach and methods of empirical learning in order to develop and improve managerial and individual skills.

Atau jika diterjemahkan melalui Bahasa Indonesia, Cefe adalah suatu metode kepelatihan yang terdiri dari seperangkat aksi kompherensif melalui pendekatan aksi dan praktek simulasi untuk mengembangkan manajemen bisnis dan kerjasama secara personel dengan grup. Kerjasama ini juga akan ada persaingan antara grup yang satu dengan grup yang lainnya.  Tentu dengan persaingan yang sehat

Tujuan dari simulasi Cefe yang diadakan pada pelatihan bisnis kali ini adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi.  Sedangkan secara umum pelatihan ini memiliki tujuan untuk mendorong agar lebih memacu motivasi untuk berusaha  Di Cefe juga diajarkan bagaimana cara untuk mengembangkan manajerial serta kemampuan individu lewat keterampilan.

Cefe berasal dari Jerman, tepatnya di kota Cologne. Metode ini sangat sukses menumbuhkan perekonomian dan menjadikan seseorang menjadi pemikir yang kreatif serta terampil. Di Kota Pontianak atau lebih tepatnya di Kalimantan Barat, Cefe berhasil melahirkan para pemikir kreatif seperti Beny Thanheri, Abdurrachman, Mailinda Girsang, Maya Atika, Abdul Gani, Raziki Waldan, Priyo Setioko dan lain sebagainya.

Pelatihan Kewirausahaan Cefe angkatan ke 31

Mengapa kewirausahaan saat ini lebih di utamakan daripada pekerja kantoran ? jawabannya adalah Kewirausahaan menjadikan masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk  menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu mengimpor dari luar negeri.

Dewasa ini pula, para karyawan Pegawai Negeri Sipil di suatu instansi bisa dibilang merupakan para pengusaha atau para pelaku usaha kecil menengah. Mereka mendapatkan modal melalui pinjaman dari Bank. Karena gaji dari para abdi Negara ini tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Begitu pula dengan para karyawan swasta di perusahaan kelapa sawit misalnya. Bahkan para karyawan di suatu toko juga memiliki usaha kecil-kecilan.

Pelatihan Kewirausahaan Model Cefe Angkatan ke 31
Pelatihan Kewirausahaan Cefe Angkatan ke 31 Disperindag Provinsi Kalimantan Barat

Pelatihan Kewirausahaan Cefe angkatan ke 31

Apa maksud dari kepelatihan model Cefe ini ? Jawabannya maksud kepelatihan model Cefe ini adalah untuk melatih peserta secara bertahap agar memiliki kompetensi kewirausahaan dan bisnis melatih wirausahawan dan bisnis, melatih wirausahawan agar mampu bertindak mendirikan usaha yang layak dengan memanfaatkan peluang yang ada pada saat tertentu dan di daerah tertentu serta mengembangkan SDM yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain sesuai tuntutan pembangunan dengan tujuan untuk menimbulkan motivasi peserta agar dapat meningkatkan prestasinya dalam melakukan studi, mempersiapkan proposal rencana usahanya dan berpresentasi dihadapan pejabat lembaga keuangan atau perbankan.

Model kepelatihan Cefe yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan lebih menitik beratkan kearah permainan atau Games. Permainan disini bukanlah permainan video games namun permainan yang berorientasi manajerial.

Salah satu permainan yang masih penulis ingat adalah Banana-banana, Lalu ada permainan dimana kita bisa menjadi idola kita, aktris kala itu penulis diperankan menjadi Abdel. Setiap pagi sebelum kepelatihan di mulai maka selalu diadakan pembukaan pagi, pembukaan ini terdiri dari Satpam yang bertugas untuk menghitung jumlah peserta, pembacaan doa, promo, News lalu kegiatan pun dimulai.

Penulis masih ingat ketika membawakan news dan berhasil menghipnotis seorang teman ketika itu. Dia adalah wanita keturunan tionghoa dan ketika penulis berhasil menghipnotisnya sang wanita itu tidak bangun. Namun semuanya tentu acting belaka.

Di malam terakhir merupakan malam yang paling mengesankan bagi penulis tentu saja malam itu menjadi malam yang tidak pernah terlupakan dalam hidup penulis. Rasa kangen itu tentu ada, namun pesan dan kesan tentu tidak terlupakan.

Pada tanggal 09 April 2018 hingga 05 Mei 2018 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat yang beralamat di Jalan Sultan Syahrir Pontianak mengadakan kepelatihan Model Cefe untuk angkatan ke 31, tentu berbagai kesan dan pesan akan menjadi bagian dari para peserta baru ini. Disperindag Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pelatihan Kewirausahaan Cefe angkatan  ke 31.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + 3 =