Pameran Nusantara Expo 2018 PCC

 

 

Pameran kebudayan Nusantara Expo 2018
Pameran kebudayan Nusantara Expo 2018

Nusantara Expo 2018 PCC. Menurut para ahli arti Nusantara secara etimologis terdiri dari dua suku kata yaitu Nusa yang berada di dua samudera yaitu samudera Hinda dan Pasifik.

Hal ini juga mengacu kepada letak territorial Negara kesatuan Republik Indonesia.

Sedangkan secara definisi Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Hal ini sesuai dengan isi dan bunyi dari Wawasan Nusantara yang diketahui oleh khayalak ramai.

Sedangkan makna sesungguhnya dari Nusantara adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatera sampai Papua, yang sekarang sebagian besar merupakan wilayah negara Indonesia.

Kata Nusantara pertama kali diucapkan lewat literature yang di tulis dalm bahasa Jawa pada abat Pertengahan kira-kira sekitar abad ke-12 hingga ke-16, dimana kalimat Nusantara digunakan untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut oleh kerajaan Majapahit.

Pada awal abad ke 20 kalimat Nusantara dicetuskan kembali oleh tokoh Pendidikan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan yaitu KH. Hajar Dewantara setelah sebelumnya kalimat ini sempat tidak pernah terdengar.

Kata Nusantara digunakan untuk sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hindia Belanda yang saat itu belum terwujud.

Saat penggunaan kata Indonesia disahkan oleh Pemerintah, Kata Nusantara tetap dipakai sebagai sinonim untuk menyebutkan Negara kepulauan Republik Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya kata tersebut digunakan untuk menyebutkan beberapa Negara lain yang letaknya tak jauh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini disebabkan karena kesatuan geografi-antropologi kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia, termasuk Semenanjung Malaya namun biasanya tidak mencakup Filipina. Dalam pengertian terakhir ini, Nusantara merupakan padanan bagi Kepulauan Melayu (Malay Archipelago), suatu istilah yang populer pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, terutama dalam literatur yang dimuat dalam Bahasa Internasional yaitu Inggris.

Pada zaman kerajaan Majapahit Negara dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya adalah

  1. Negara Agung merupakan daerah sekeliling ibu kota kerajaan tempat raja memerintah.
  1. Mancanegara adalah daerah-daerah di Pulau Jawa dan sekitar yang budayanya masih mirip dengan Negara Agung, tetapi sudah berada di “daerah perbatasan”. Dilihat dari sudut pandang ini, Madura dan Bali adalah daerah “mancanegara”. Lampung dan juga Palembang juga dianggap daerah “mancanegara” serta
  1. Nusantara, yang berarti “pulau lain” (di luar Jawa) adalah daerah di luar pengaruh budaya Jawa tetapi masih diklaim sebagai daerah taklukan: para penguasanya harus membayar upeti.

Dari definisi kalimat diatas kita menemukan kesimpulan bahwa Nusantara merupakan bagian dari kerajaan Majapahit namun disini juga kita menemukan kerancuan, apa saja yang termasuk bagian dari Nusantara tersebut

Sejarah mencatat bahwa wilayah-wilayah “Nusantara”, yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, sebagian Kepulauan Maluku, dan Papua Barat) ditambah wilayah Malaysia, Singapura, Brunei dan sebagian kecil Filipina bagian selatan.

Pengertian Nusantara

Secara morfologi Nusantara berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa kuno yaitu nusa (“pulau”) dan antara (lain/seberang).

Konsep Nusantara diyakini oleh para ahli bukan berasal dari ucapan Mahapatih Gajahmada yang terkenal dengan Sumpah Palapanya. Dimana isi Sumpah Palapa berbunyi Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada : Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.

Maksud dan arti dari kalimat diatas adalah Mahapatih Gajahmada akan melepaskan puasanya jika beliau berhasil menaklukan Pulau-pulau lain.

Kalimat Nusantara sendiri berasal dari patih lainnya yaitu Singasari dalam konsep Cakrawala Mandala Dwipantara.

Dwipantara adalah kata dalam bahasa Sanskerta untuk “kepulauan antara”, yang maknanya sama persis dengan Nusantara, karena “dwipa” bermakna “pulau”.

Kertanegara memiliki wawasan suatu persatuan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara di bawah kewibawaan Singhasari dalam menghadapi kemungkinan ancaman serangan Mongol yang membangun Dinasti Yuan di Cina.

Dalam menjalin persahabatan dengan saudara serumpun Nusantara, maka pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Nusantara Expo 2018 di Gedung Pontianak Convention Centre terhitung mulai tanggal 25 April 2018 hingga 29 April 2018.

Nusantara Expo 2018 juga terdapat lomba karaoke lagu Daerah dimana lagu wajib haruslah berasal dari lagu daerah Kalimantan Barat sedangkan lagu pilihan merupakan lagu dari Daerah lain.

Disini juga terdapat beberapa pagelaran pakaian adat seperti Batik Nusantara dan juga Tajak Melayu.  Nusantara Expo 2018 PCC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + ten =