Malam pergantian tahun baru 2017 diberbagai tempat Pontianak

Malam tahun baru adalah suatu perayaan yang dirayakan setiap
tanggal 31 Desember mulai petang hingga tengah malam, Perayaan ini dirayakan
untuk sebagai pengucapan selamat tinggal terhadap hari terakhir dalam tahun Masehi,
satu hari sebelum tanggal  1 Januari.

Di dalam berbagai kebudayaan, perayaan ini dirayakan dengan
pesta-pesta dan acara berkumpul bersama kerabat, teman, atau keluarga menanti hingga
pergantian tahun.

Di sejumlah kota besar di dunia, malam tahun baru dirayakan
dengan pesta bersama di lapangan terbuka untuk menanti detik-detik pergantian
tahun. Kota besar di dunia dengan pesta malam tahun baru yang sering diliput
jaringan televisi dan kantor berita, di antaranya Edinburgh, Sydney, Toronto,
Tokyo, Moskwa, London, Berlin, Rio de Janeiro, Paris, New York City serta
Jakarta.

Perayaan ini sebenarnya diadakan dengan berbagai macam cara
seperti dirayakan secara Islami dimana 
di setiap Masjid diadakan perayaan malam tahun baru masehi di
masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah serta tafakkur.

Sedangkan di beberapa tempat seperti di Kafe, Hotel, malam
perayaan tahun baru identik dengan kebudayaan modernisme atau kapitalisme, di
Hotel misalnya perayaan ini dirayakan dengan acara disko atau joget di Lounge.

Lalu bagaimana dengan perayaan di kota Pontianak ? di kota
yang terkenal dengan aek kapuas ini, perayaan pergantian tahun baru diadakan
secara unik dan menarik, namun sayang belum mampu di kemas secara kebudayaan
seperti Imlek dimana dijalan Diponegoro serta Gajahmada diadakan food festival.

Atau perayaan lebaran dimana pada saat perayaan ini, meriam
karbit menjadi salah satu primadona pariwisata yang menarik perhatian turis.

Perayaan pergantian tahun baru untuk kota Pontianak di
pusatkan di alun-alun kapuas, dimana artis-artis asal Pontianak yang memiliki
nama secara nasional seperti Yan Mahmud serta Weny KDI menjadi artis tamu
diacara tersebut.

Di masjid-masjid pun juga tidak ketinggalan seperti di
Masjid Mujahidin yang mengadakan zikir bersama menyambut tahun baru atau
Munzalan yang memiliki hajat khataman Qur’an selama dua puluh empat jam.

Tak ketinggalan pula acara-acara yang diadakan di setiap
gang dimana acara pesta barbeque yang diiringi musik keras menjadi salah satu
kebudayaan yang hadir secara turun temurun.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − thirteen =