Kisah Penulis hidup sepekan dengan uang hanya tersisa Lima Ribu di Teluk Pakedai

Ini adalah kisah nyata yang penulis alami dan kejadian ini terjadi seminggu setelah tahun baru 2018 di teluk pakedai, Pertanyaannya apakah penulis ketika itu kehabisan uang dan tak memiliki sepeser pun uang di ATM ? Jawabannya bukan,

Jika penulis ingin jujur, ini merupakan salah satu kelemahan di daerah terpencil, dimana kehadiran mereka kurang diperhatikan. Jawabannya adalah ATM Bank Kalbar dan satu-satunya mesin saat itu sedang rusak.  Alhasil, Penulis mengalami kesulitan untuk hidup ketika itu.

Apalagi kejadian ini terjadi di awal bulan, dimana pada umumnya setiap akhir bulan biasanya dikategorikan bahwa kehidupan akan berakhir segala-galanya.

Mengapa? Hal ini disebabkan pada pertengahan bulan hingga akhir bulan adalah saat-saat dimana kita harus berhemat dalam mengeluarkan uang. Untuk mengeluarkan uang pun kita harus berpikir dua kali apakah itu sangat diperlukan atau haya keinginan semata saja. Saat tanggal tua, uang recehan pun sampai dikumpulkan demi menyambung hidup.

Lalu, bagaimana cara penulis menyikapi tatkala berhadapan dengan kehidupan seperti itu ? Pada artikel kali ini penulis akan bercerita tentang pengalaman penulis .

Salah satu kelemahan penulis kala itu adalah penulis tidak mengetahui bahwa mesin ATM telah rusak selama seminggu sebelum penulis menghabiskan waktu akhir tahun di Pontianak. Sebab pada tanggal 22 Desember 2017, penulis berhasil mengambil uang sebesar Rp. 100.000,-

Penulis lantas merasa syok ketika penulis hendak mengambil uang pada tanggal 2 Januari 2018. Kebetulan ketika itu Penulis baru saja pulang ke Teluk Pakedai untuk memulai kerja. Sedikit rasa emosi ketika itu, sebab uang di dompet penulis tersisa Rp. 20.000,- dan Penulis juga bingung bagaimana cara bayar uang penyebrangan ketika Penulis hendak pulang tanggal 5 Januari 2018 nanti.

Syukurlah, penulis ketika itu tinggal di sebuah kost yang ibu kostnya mengerti dengan keadaan penulis. Selain itu selama sepekan pula di kantor selalu ada acara yang juga disediakan makan siang. Sehingga penulis tak men emukan kesulitan untuk melanjutkan kehidupan meskipun uang tersisa Rp.5000.,

Ada beberapa pelajaran yang dapat di petik disini, diantaranya adalah keyakinan, Yakinlah kita masih bisa hidup walau uang tersisa tak seberapa banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 19 =