Ketika Kuntilanak Jatuh Cinta Dengan Manusia

Ketika kuntilanak jatuh cinta dengan manusia
Ketika kuntilanak jatuh cinta dengan manusia

Novel ini berdasarkan cerpen yang pernah penulis blog Setioko.web.id muat di facebook dan juga di Wattpad.com., dimana cerpen ini juga telah di duplikasi beberapa blog dan juga kumpulan cerpen yang tersebar di Internet.

pertama kali muncul di note facebook pada tanggal 29 Desember 2009,  dengan judul “Dilema Asmara Dua Dunia” yang kemudian hari berubah menjadi Dian : Kisah cinta manusia dan kuntilanak, dimana kisah ini sendiri sudah ku publish melalui wattpad.

Ternyata jumlah pembaca cerpen ini begitu besar, bahkan sering di copy paste ke berbagai blog dan kumpucer “kumpulan cerpen”

Apa kilas balikku sebagai penulis membuat cerpen ini ?

Kilas balik aku membuat cerpen ini Dilema Asmara Dua Dunia ini adalah karena aku sering mengirimkan cerpen ke fanspage Pulpen di Facebook, pada tahun 2010.

Dimana perkembangan selanjutnya fanspage Pulpen ini sendiri aku tak tahu nasibna apakah hilang atau masih ada.

Aku ingat beberapa nama adminnya seperti Cak Redi, Lynn Wulynn.

Banyak yang bertanya bahwa apakah kisah ini merupakan kisah nyata atau fiksi ? jawabannya adalah fiksi.

Apa latar belakang penulis membuat kisah ini ?

Latar belakang aku membuat kisah ini adalah pengalamanku bertemu dengan makhluk yang bernama Kuntilanak di Tanjung Gundul pada tahun 1999. Dimana saat itu aku mengikuti perkemahan di sana.

Aku dulu pernah menceritakan kisahku di sebuah situs yang berisikan kisah-kisah horror. Nama situs itu adalah primbon.com, aku tak tahu apakah situs tersebut masih aktif atau tidak, sebab  sudah lama tak kubuka.

Salah satu alasan mengapa kisah ini kubuat ke bentuk novel, jawabannya adalah kisah Dilema asmara ini sudah sering di copas ke berbagai sumber tanpa sepengetahuan dari penulis. Sehingga kubuat kisah ini dengan tambahan cerita dan karakter didalamnya.

Menulis novel itu membangkitkan otak kanan

Backgroundku sebenarnya bergerak di Ilmu Teknologi tepatnya pembuatan aplikasi android, software serta website.

Bagiku menulis itu membangkitkan otak kanan.  Dimana otak kanan itu berfungsi untuk berimajinasi, sedangkan saat membuat program komputer aku mainkan otak kiri. Dimana otak kiri ini bermain di logika dan algoritma atau thinking.

Mengapa bernama Dian ? Adakah Dian itu menjadi sosok penting bagi kehidupanku ?

Oke, aku akan menceritakan siapa Dian, karena ini berdasarkan kisah nyata yang pernah kualami sewaktu duduk di kelas satu SMU Muhammadiyah 1 Pontianak.

Tepatnya pada tahun 1999, kala itu di Pontianak masih banyak angkot yang tetap berjalan walau hari sudah mulai gelap, hal ini sangat berbeda dengan keadaan saat ini dimana motor dan mobil telah menjadi primadona bagi kehidupan warga kota Pontianak setiap hari.

Bahkan orang yang memiliki penghasilan pas-pasan mampu membeli mobil yang harganya puluhan juta rupiah. Aneh, tentu tidak karena inilah fatamorgana yang terjadi di Pontianak saat ini.

Oke, kita kembali ke kisah Dian. Saat aku duduk di bangku SMU, sekolahku adalah siang hari, yaitu mulai masuk sekitar pukul 12.00 dan pulang pukul 17.00. Karena gedung sekolahku saat itu hanya ada satu, sedangkan di pagi hingga siang hari gedung tersebut digunakan untuk anak SD dan SMP. Berbeda dengan keadaan sekarang ini, dimana SMU Muhammadiyah telah pindah ke Parit Haji Husien.

Nah, pada suatu hari ketika aku pulang dengan menggunakan angkot, uangku jatuh dan aku tak menyadari hal itu, sehingga tentu saja jumlah uang yang harus kubayar ke supir berkurang,

Bersyukur saat itu ada seorang wanita yang cantik, awalnya dia tersenyum kepadaku dan mengatakan “uangmu jatuh.” Lalu kucari uang tersebut dan ternyata sudah hilang, akhirnya aku dibayari olehnya. Apakah aku langsung jatuh cinta saat itu ? Tidak. Sebab takdir ternyata mempertemukanku kedua kalinya.

Kali ini kami bercengkerama dan berbicara akrab satu sama lain, sayangnya aku bertanya kepadanya “Malam minggu kamu kemana, Dian ?”

Dia menjawab, “Jalan donk”

Bodohnya, saat itu aku bertanya dua kali dengan pertanyaan tentang malam minggu tersebut. Jujur sewaktu SMU, aku orang yang paling takut dengan wanita cantik, bahkan untuk berbicara sekali pun. Hal yang berbeda dengan keadaanku saat ini.

Jadi, itulah kisahku dengan Dian. Sayangnya Dian saat ini telah hidup bahagia dengan pria lain dan memiliki dua orang anak. Sedangkan aku masih sendiri, sehingga cerpen yang kemudian menjadi novel ini aku beri judul Dian.

 

Sinopsis cerita bagaimana ?

Carlos adalah seorang penulis novel teenlite di Jakarta dimana dia mendapatkan tugas dari penerbit untuk menyelesaikan deadline sebuah novel tentang kisah kehidupan di Kalimantan Barat. Pada suatu hari dia pergi ke suatu tempat di Kalimantan Barat yang bernama Pantai Kura-kura, di desa Tanjung Gundul Kalimantan Barat untuk berlibur.

Di situlah Carlos bertemu dengan sosok wanita misterius yang bernama Dian, Wanita ini memang misterius sebab hanya Carlos yang bisa melihatnya. Dian juga menyimpan banyak rahasia yang tidak diketahui oleh Carlos.

Hingga akhirnya, benih-benih cinta diantara keduanya terjadi, namun kisah cinta yang mereka rasakan adalah cinta terlarang.

Akankah kisah cinta mereka bersatu untuk selamanya ?

Kisah menarik, lalu bagaimana cara mendapatkan novel Dian : kisah cinta manusia dengan kuntilanak ?

Saat ini aku masih menggunakan preorder, harga novel adalah Rp. 20.000,- semasa promo, untuk pemesanan bisa transfer ke nomor 0481642542, dan melakukan order ke nomor WA 08972747327

 

 

 

 

Save

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × three =