Gawai Dayak Kalimantan Barat 2018 di Rumah Radangk

Pekan Gawai Dayak 2018

Berdasarkan sejarah, Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggal di pedalaman, di gunung, dan sebagainya. Makna dari kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Lalu apa arti Gawai Dayak 2018 ?

Daerah itu terletak di Tiongkok bagian Selatan. Oleh sebab itu baik di Negara Indonesia maupun Malaysia, kita sering menjumpai Suku Dayak asli yang wajahnya terlihat seperti orang-orang Tionghoa.

Melihat keaslian Suku Dayak masa kini, maka sangat naif ketika kelak salah satu negara mengklaim bahwa Suku Dayak asli dari mereka. Terlebih bagi Indonesia sendiri, suku Dayak begitu erat kaitannya dengan Kaltim, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng, sehingga ketika mendengar Dayak, maka yang akan terlintas dalam benak orang Indonesia, tentulah akan mengarah ke empat provinsi tersebut.

Sebab di Negara lain yang berada satu rumpun dengan kepulauan Kalimantan seperti Malaysia pun (Borneo) juga banyak Suku Dayak, terlebih di Sarawak. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Suku Dayak kini bukan asli dari negara manapun, melainkan suku asli Pulau Borneo, baik itu di Indonesia, Malaysia, maupun Brunei Darussalam.

Pada mulanya orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak, sebab lebih diartikan agak negatif. Padahal, semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”, yang berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani, serta tidak kenal menyerah atau pantang mundur.

Suku Dayak Asli

Berdasarkan beberapa literasi yang Setioko temui, Suku Dayak Sebenarnya bukan berasal dari Indonesia maupun Malaysia, Jika melihat sejarah masuknya Suku Dayak berasal dari daratan Tiongkok yaitu daerah di Yunan,

Suku Dayak Pedalaman

Sebelum bercerita tentang Gawai Dayak Kalimantan Barat 2018, maka izinkan Setioko bercerita tentang kehidupan suku Dayak pedalaman. Ketika kita mendengar istilah tentang kehidupan suku Dayak pedalaman, banyak di antara masyarakat Indonesia yang sudah merasa ngeri dan takut duluan.

Pad umumnya orang akan langsung terpusat pada sosok suku Dayak yang masih sangat primitif dan berbagai macam mistik dan ilmu gaib yang dimiliki oleh suku Dayak pedalaman.

Sebenarnya, tidak ada yang istimewa atau ada syarat berat dan khusus jika kita ingin berkunjung ke daerah pedalaman Kalimantan. Namun ada istilah dalam hidup ini, di setiap suku di Nusantara manapun “Di mana bumi dipijak Di situ langit dijunjung.”

Dalam hal mana, di mana pun selalu saja ada tata aturan wajib yang berupa norma-norma dalam kehidupan masyarakat yang tidak tertulis, tetapi harus dipatuhi. Sebagaimana dalam adat ketimuran, selalu ada sopan santunnya, ada adat istiadatnya, yang intinya adalah saling menghargai satu sama lain.

Saling menghargai inilah yang mesti dipegang teguh oleh para pendatang yang ingin berkunjung ke suku-suku Dayak pedalaman Kalimantan.

Ingatlah bahwa suku-suku pedalaman di mana pun di negeri ini yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur dan memiliki kearifan-kearifan lokal, sangat menghormati satu sama lain.

Berikut Setioko paparkan apa saja persyaratan maupun norma-norma yang harus di hormati ketika berada di daerah Pedalaman Kalimantan yang notabene masih di hinggapi oleh Suku Dayak.

1.Minta Izin
Ibarat kata saat kita berkunjung ke salah satu tempat tentulah kita harus melapor terlebih dahulu dengan orang yang bersangkutan di daerah itu, dengan kata lain izinlah kepada Ketua Adat atau RT maupun RW.
Sebab di beberapa kasus Pernah ada kejadian dan cerita salah satunya adalah ketika tim 100 hari keliling Indonesia yang hostnya Ramon tungka explore Taman Nasional Betung Keruhun terkena hukum adat karena mereka tidak minta izin kepada penduduk setempat. Meskipun, tim tersebut telah meminta izin kepada pihak Manajemen Taman Nasional Betung Keruhu.
Ada pula kisah di mana para pengunjung dikenai hukum adat dan santet yang mengerikan dari suku Dayak pedalaman karena mereka tidak meminta izin kepada ketua Adat.
Ingatlah, bahwasanya orang-orang Dayak pedalaman memiliki ilmu-ilmu gaib sebagai pelindung suku atau kampong dan orang-orang yang tidak meminta izin akan langsung kena teguran secara gaib itu.

2. Mengetahui dan Memahami adat istiadat suku Dayak
Suku Dayak merupakan suku yang masih kuat memegang Adat istiadat , kita harus tahu adat istiadat apa yang wajib kita ketahui demi kelancaran perjalanan dan tercapai niat baik serta tujuan kita.
Memahami adat Dayak dalam arti tata aturan dan segala larangan adat atau tata aturan yang tidak tertulis itu.
Memahami adat dan kebiasaan suku Dayak bagi mereka merupakan penilaian sebagai salah satu bentuk penghormatan dari kita sebagai pendatang dan suku Dayak selaku tuan rumah.

Salah satunya adat Pantang , Kali ini kita membahas dua macam Adat Pantang bagi Masyarakat Suku Dayak ;

-Pantang sebelum berladang
Biasanya adat ini dilaksanakan sebelum memulai menanam padi. Setelah upacara Nyangahatn , keesokan harinya akan digelar adat Pantangan dimana orang kampung yang menggelar adat pantangan dilarang keluar kampung / melewati batas kampung.
Begitu pula sebaliknya orang yang berada diluar kampung tidak boleh memasuki kampung yang berpantang.
Adat ini dilakukan agar hasil panen mereka berhasil. Kalau dilanggar maka hasil panen atau kampung itu akan mengalami malapetaka.
Oleh sebab itu, setiap ada orang yang melanggar maka mereka akan dikenakan sanksi hukuman adat sesuai adat kampung itu sendiri. Nama adat ini pun beraneka Ragam.

~Adat menghormati orang meninggal
Adat ini dilaksanakan pada saat orang meninggal. Hampir sama dengan adat pantangan berladang di atas dimana setiap ada penduduk di pemukiman kampung tersebut maupun penduduk asing yang berada di pemukiman tersebut ketika saat acara berlangsung tidak boleh meninggalkan Pemukiman.
Begitu pula dengan orang yang ada diluar tidak boleh masuk ke kampung yang sedang berpantang. Sebab, jika hal tersebut dilakukan maka hukuman akan dilaksanakan.

3. Jangan banyak menolak pemberian orang Dayak
Bagi masyarakat Dayak, terutama masyarakat Dayak yang hidup di daerah pedalaman itu mereka sangat ingin di hargai sebab mereka polos, dan hidup bersahaja dan apa adanya. Sehingga, jika kita menolak pemberian dari mereka, maka mereka akan sangat tersinggung. Namun bagaimana jika memberikan sesuatu yang dilarang oleh Agama terutama Islam seperti daging Babi, Minuman Keras dan sebagainya.

Jawabannya adalah tolaklah dengan sangat sopan dan halus serta lembut. Mereka sangat mengerti dan memahami kondisi kita, sebagian masyarakat Dayak menggantinya dengan Souvenir sebagai bentuk kenang-kenangan.

Gawai Dayak 2018

Berdasarkan keterangan yang Setioko himpun dari Wikipedia, Gawai Dayak adalah perayaan yang diadakan di Kalimantan Barat dan Sarawak oleh suku asli Kalimantan Barat dan Sarawak, terutama Masyarakat Iban dan Dayak Darat.

Gawai Dayak merupakan hari perayaan panen dan mulai diadakan secara besar-besaran sejak 25 September 1964, Sambutan Gawai Dayak pada tingkat negara Malaysia adalah pada 1 Juni 1965.

Gawai Dayak terdiri dari beberapa upacara yang dijalankan di kota dan lamin (rumah panjang). Persembahan pelbagai makanan dan tuan di persembahkan kepada dewa padi untuk hasil yang baik.

Pada umumnya, Penyair akan membaca mantera yang khusus untuk upacara ini dan melumur darah ayam jantan pada bahan persembahan. Namun pada perayaan Gawai Dayak 2018 yang di selenggarakan di Rumah Radangk kali ini tidak ada persembahan khusus berupa Penangkapan Babi, hal ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap Umat Muslim yang menjalankan Ibadah Ramadhan.
Gawai Dayak merupakan perayaan dan festival budaya yang meriah dan diadakan setiap tahun oleh suku asli Kalimantan. Pekan Gawai Dayak 2018 merupakan acara yang ke-33 yang akan diadakan di Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat dari tanggal 20 sampai 24 Mei 2018, berpusat di rumah panjang tradisional Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir di Pontianak.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara tersebut akan menampilkan ritual dan upacara tradisional otentik Suku Dayak, akan ada parade budaya yang penuh warna di sekitar kota, dan permainan tradisional dan kompetisi keterampilan, di antaranya keterampilan tradisional dalam berburu dengan Sumpit, pemintalan top tradisional (pangkak gasing), lukisan tato, ukiran kayu, perisai tradisional, lomba tenun manik, dan banyak lagi.

Festival Gawai Dayak 2018 juga menampilkan pertunjukan kerajinan tradisional dan presentasi kuliner, pertunjukan seni, Fashion Show dengan kostum tradisional Dayak dan mode tren menggunakan kain tradisional Dayak, tarian tradisional, lomba lagu tradisional Dayak, dan tentu saja pawai ala Bujang Dara Gawai.

Sejak tahun 1986, Pekan Gawai Dayak telah dipentaskan dan didanai oleh pemerintah daerah. Acara ini terbukti memiliki dampak positif dalam mempertahankan semangat, tradisi dan ikatan Dayak di antara klan yang berbeda, sekaligus memperluas budaya orang Dayak di Kalimantan Barat. Lebih dari itu, mendorong pelestarian budaya Dayak sebagai media efektif untuk mempromosikan pariwisata ke Kalimantan Barat. Gawai Dayak 2018

 

#GENPIKALBAR
#GENPI

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − 11 =