Aksi Relawan dari berbagai komunitas Pontianak didalam menciptakan Bansir Kreatif

Bansir kreatif
Kegiatan berlangsung mulai pagi
Nama Kampung Bansir merupakan salah satu kampung yang tak
lepas dari keberadaan kota Pontianak, sebab sebagian penduduk di pemukiman
kampung tersebut merupakan warga keturunan Arab.  Nama Bansir sendiri berasal dari nama seorang
pendiri kampung tersebut yaitu Syekh Umar bin Achmad Bansir,  Syekh Umar bin Achmad Bansir.

Salah satu Masjid yang bersejarah dan berada di Kampung Bansir
adalah masjid Baitul Makmur, uniknya masjid ini memiliki usia yang setara
dengan kota Pontianak, karena didirikan sekitar tahun 1700-an.  Syekh Umar merupakan salah satu Qadi di
kerajaan Pontianak pada masa pemerintahan Sultan Syarif Abdurrahman pendiri
kota Pontianak.

Salah satu jejak sejarah yang merujuk pada keberadaan Syekh
Umar adalah batu nisan beliau yang bertuliskan wafat   Sementara makam Beliau dapat di temukan di
komplek Pemakaman Raja-raja Pontianak di Batulayang.

Bansir kreatif
Warga melakukan pengecatan

pada 1227 Hijriyah,
Sedangkan Kota Pontianak sendiri berdiri pada 14 Rajab 1184 Hijriyah, Nisan
tersebut masih tersimpan di Baitul Makmur, menjadi kenangan sebagaimana amanah
yang di kehendaki oleh Sultan Syarif Muhammad bin Syarif Yusuf Alkadrie.

Dalam rangka hari sukarelawan PMI se indonesia yang jatuh
pada 26 Desember, PMI Kota Pontianak menggelar kegiatan yang bernama # kampungbansirkreatif,
rangkaian acara yang diselenggarakan meliputi penanaman pohon dimana fungsi
dari penanaman pohon ini sendiri adalah untuk mengurangi dampak pemanasan
global serta penyerapan emisi karbon yang  dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Acara lalu dilanjutan dengan pengecatan serta pembersihan
pagar di sekitar makam, dimana pagar makam perkuburan di gang Bansir akan beri
warna sesuai dengan motif khas Kota Pontianak, yaitu corak insang.

Sebagai rangkaian acara penutup akan  diadakan pengecatan dinding rumah warga yang
bersebelahan dengan makam,  Acara ini
juga di dukung penuh oleh Wakil walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Salah satu harapan yang ingin dicapai adalah kesan seram
terhadap kuburan hilang serta berganti dengan keindahan Kota Pontianak. Kegiatan
ini sendiri akan berkelanjutan, Dimana salah satu keinginan Edi Rusdi Kamtono
selaku wakil walikota adalah kegiatan ini juga berlaku terhadap sekolah-sekolah
yang berada di Bansir

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 9 =