MENIKMATI HIDANGAN SEDERHANA DI DESA SELAT REMIS TELUK PAKEDAI

Menikmati hidangan sederhana di Desa Selat Remis Teluk Pakedai – Artikel ini merupakan rangkaian dari penelitian penulis di daerah Telukpakedai, salah satu hal yang menurut penulis cukup tertarik ketika berada di desa seperti Pakedai, adalah makanannya. Mengapa demikian ? Jawabannya sangat simple yaitu hidangan yang ditawarkan oleh masyarakat Desa bisa dibilang cukup segar.

Hal ini dikarenakan Lingkungan hidup di pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar yang turut di hiasi oleh berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan serta berbagai macam jenis satwa.

Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan lingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal, bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak-desakan dan kadang-kadang berdampingan dan berhimpitan dengan gubug-gubug liar dan pemukiman yang padat. Belum lagi udara yang tercemar akibat polusi yang semakin hari kian meningkat.

Di daerah pedesaan masih bisa kita temui embun, namun di kota sangat jarang kita menemui embun. Apalagi dewasa ini makanan di daerah perkotaan bisa dibilang sudah tercemar dengan berbagai macam jenis zat kimia, pestisida, maupun zat-zat lain.

Penulis pernah mencicipi berbagai macam hidangan yang disediakan oleh pihak hotel ketika penulis mengikuti berbagai macam kegiatan seminar, namun rasa yang ditawarkan sebagian besar terasa hambar namun cukup mengenyangkan. Sehingga penulis berpendapat bahwasanya wajar saja jika tubuh orang bule besar-besar, sebab mereka sudah sering makan zat-zat yang tidak menyehatkan.

Selain itu ketika kita berada di Desa, maka kita tidak terlalu perlu memikirkan dengan permasalahan pengeluaran uang yang banyak, Sebab ketika berbicara tentang masyarakat Desa maka kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat desa adalah mengolah alam untuk memperoleh bahan-bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang, maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia

Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera dikonsumsikan.

Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan, dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa.

Lalu bagaimana dengan makanan yang disajikan di Desa Telukpakedai ? seperti penulis pernah berbicara sebelumnya, bahwasanya di Telukpakedai terutama Desa Selat Remis terdapat rumah makan yang menjadi primadona bagi sebagian masyarakat, sebab harga yang di tawarkan cukup murah bahkan bisa dibilang sangat murah.

Rumah makan tersebut milik seseorang yang bernama Kak Ida “Begitulah masyarakat di sini memanggilnya”, disini dengan membayar Rp. 5000 maka kita bisa mendapatkan tiga piring nasi dengan sayur yang terserah kita termasuk tempe. Sedangkan minuman yang ditawarkan terutama air putih bisa diperoleh dengan Rp. 0 alias gratis.

Sambal yang disajikan oleh masyarakat merupakan sambal yang penulis rasa sangat segar, begitu pula dengan ikan dan sayuran yang juga tentu terasa segar, tidak terkontaminasi oleh zat apapun. Bagi penulis pribadi yang hidup di kota merasakan bahwasanya hal seperti ini sangatlah menarik. Tidak pernah penulis temukan di kota Pontianak.

Tradisional music adalah salah satu ciri dari sebuah Desa, jika di Amerika Serikat kita sering menemukan film dengan latar belakang Desa dan Country Music, maka di Indonesia masyarakat Desa pada umumnya lebih menyukai Dangdut. Namun jika di kota masyarakat lebih menyukai music yang ngebeat atau Modern Music.

Makanan di Desa menurut penulis pribadi sangat memuaskan karena selain harga murah, rasa yang segar juga mengenyangkan dan menyehatkan. Sehingga tak ada salahnya jika kita Menikmati hidangan sederhana di Desa Selat Remis Teluk Pakedai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 5 =