HEWAN DAN MANUSIA HIDUP SECARA DAMAI DI TELUK PAKEDAI

Desa Selat Remis Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya memiliki sebuah kisah yang menurut penulis cukup menarik, hal ini sangat sulit kita temukan di Kota Pontianak atau kota besar lainnya. Hal yang dimaksud adalah Hewan dan Manusia hidup secara damai di Desa Selat Remis.

Berbicara tentang Fauna, Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kekayaan spesies hewan darat maupun laut. Hal itu dikarenakan oleh tanahnya yang subur dari lava gunung berapi dan kandungan mineral yang terdapat di tanah dan di laut di sisi lain iklim sedang di Indonesia berlangsung sepanjang tahun.

Flora dan fauna Indonesia dibagi berdasarkan garis imajiner yang bernama Garis Wallace. Garis ini terbentang memanjang diantara Bali dan Lombok yang kemudian berlanjut ke utara diantara Kalimantan dan Sulawesi.

Di bagian barat Garis Wallace, Flora maupun Fauna-nya berasal dari Asia, sedangkan di bagian timur garis, berkumpul Flora dan Fauna serupa dengan apa yang terdapat di Australia.

Keberagaman tumbuhan di negara kepulauan dipengaruhi curah hujan dan ketinggian tanah. Di pulau yang curah hujannya tinggi seperti Sumatra, Kalimantan, dan Papua maka hutan hujan menutupi sebagian besar wilayah yang luas tersebut.

Hutan-hutan ini kaya akan kayu yang berharga, pohon-pohon beraroma, rempah-rempah, dan juga buah-buahan tropis yang eksotis.

Artikel ini merupakan rangkaian dari perjalanan penulis ke Teluk Pakedai. Patut di ketahui bahwasanya Garis yang memisahkan fauna dari Indonesia bagian Barat dan bagian Indonesia Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna dari bagian Tengah Indonesia dan bagian Indonesia Timur dinamakan Garis Weber.

Lalu darimana asal mula kalimat Penyebaran ini berasal ? Jawabannya adalah kalimat persebaran memiliki arti dasar sebar, yang berarti menunjukan lokasi dari objek yang diamati. Sebagai contoh yaitu kata persebaran yang sering kita dengar adalah persebaran penduduk di daerah Indonesia.

Persebaran penduduk di daerah Indonesia ini berarti sebaran lokasi penduduk berdasarkan wilayahnya di daerah Indonesia atau biasa disebut pendistribusian.

Sehingga kata persebaran jika kita kaitkan dengan kata fauna maka kata persebaran tersebut akan memiliki arti distribusi penyebaran dari hewan yang di amati pada suatu lokasi. Dalam hal ini pengamatan persebaran dilakukan untuk mengetahui karakteristik & ciri khas (endemik) hewan juga keragaman yang tersebar di suatu daerah Indonesia.

Berbicara tentang hewan di Teluk Pakedai terutama di Daerah dimana penulis tinggal, maka kita secara tak langsung berhadapan dengan sebuah fakta yang unik yaitu di sini terdapat setidaknya beberapa jenis hewan yang berinteraksi satu sama lain. Hewan tersebut adalah

Ayam, Kucing, Anjing, Ikan, Burung Wallet, Ular yang menarik bagi penulis adalah kucing maupun anjing di Desa Selat Remis tidak pernah bermusuhan satu dengan lain. Selain itu sebagai Desa yang wilayahnya adalah pemeluk Islam. Kehadiran Anjing yang banyak di pasar tradisional adalah sebuah keunikan tersendiri.

Memang kita tak menemukan babi disini, anjing disini hanya mengejar ayam dan uniknya itu semua spontan terjadi karena sang anjing seolah-olah bergurau dengan ayam.

Ikan ? sebagai daerah pesisir sungai, kehadiran ikan merupakan anugerah bagi penduduk dimana ikan sangat murah dijual disini. Terutama ketika banjir tiba. Tambak adalah sesuatu yang tak asing bagi penduduk Desa Selat Remis.

Lalu, bagaimana dengan burung Wallet ? jawabannya adalah Kecamatan Teluk Pakedai merupakan Kecamatan penghasil sarang burung Wallet terbesar di Kalimantan Barat, ketika kita memasuki gerbang Teluk Pakedai yang berada di Sungai Nipah, maka suara burung wallet menjadi ciri khas tersendiri.

Ayam ? ayam kampung merupakan ciri khas bagi setiap desa. Ayam banyak berkeliaran di jalanan. Sedangkan ular dapat kita temukan di perairan. Terkadang pula kita juga menemukan Kambing di Desa lainnya. Oleh karena itu ketika kita berada di Teluk Pakedai Desa Selat Remis maka kita akan merasa bahwa Hewan dan Manusia hidup secara damai di Desa Selat Remis.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + one =